Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Waspada Virus Ekstrimisme, Rumah Kebangsaan (RK) gelar FGD di Pesantren Al-Hikmah

Mas Suraji, Tokoh Islam Gusdurian memberikan materi FGD, Ahad (26/5) di Ponpes al-Hikmah. (Dok.Istimewa)

nahdloh.com~Tasikmalaya, Rumah Kebangsaan (RK) menggandeng Ponpes Al-Hikmah Mugarsari Tamansari menggelar Fokus Group Discussion “Santri Untuk Perdamaian Waspada Virus Ekstrimisme”, Ahad (26/5) di Pondok Pesantren al-Hikmah.

Acara dimulai pukul 15.30 Wib yang dihadiri oleh kalangan muda, santri sampai organisasi kemahasiswaan itu, mengambil narasumber dari Tokoh Islam Gusdurian, Mas Suraji dan Tokoh Perempuan Inspiratif, Heni Hendini yang dimoderatori oleh Risma Muplihah.

Menurut Mas Suraji, kita tidak bisa tentram dalam beribadah kalau negara dilanda sebuah konflik.

“Shalat, ibadah haji dengan khusyu, kalau tidak bisa menciptakan suasana yang aman, damai,” kata Suraji

Masih menurutnya, kita mesti berupaya mencegah kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah antar sesama anak bangsa. “Kita harus menciptakan kedamaian, menebar kasih sayang diantara sesama anak bangsa,” ujar Ketua Gusdurian DKI Jakarta itu.

Menjadi muslim dan sebagai santri yang baik, lanjutnya, yang paling kunci kita ngaji makna Assalamualaikum, pasti terhindar dari kekerasan atau ekstrimisme. Saat ini tidak boleh menelan informasi mentah-mentah, kita saring terlebih dahulu.

Heni Hendini, Tokoh Perempuan Inspiratif saat memberikan materi FGD, Ahad (26/5) di Ponpes al-Hikmah. (Dok.Istimewa)

Narasumber kedua Heni Hendini yang mewakili Tokoh Perempuan Inspiratif, menyoroti Istilah ekstrim dan peran santri itu sendiri, dimana santri sebagai agen perdamaian.

“Jika kita mengulang sejarah, tidak bisa dipungkiri diantara penggerak kemerdekaan bangsa kita adalah para santri, santri telah berperan sebagai agen perdamaian” tutur Heni

Heni juga mengungkapkan, ekstrimisme adalah pemahaman yang melebihi batas kewajaran, akhirnya ego yg muncul, menganggap yang lain salah. Tentu santri tidak berlebihan dan tidak mudah menyalahkan orang lain.

Menurut Heni, penyebab ekstrimisme diantaranya karena keputusasaan dalam menjalani kenyataan hidup.

“Ekstrimisme banyak terlahir krena realitas yg ada, terhimpit dengan kebutuhan. Akhirnya timbul keputusasaan sehingga mudah terbawa dan goyah dengan rayuan pada kelompok eksklusif yang menjerumuskan pada sikap ekstrim,” ungkapnya

Santri sebagai agen perdamaian, lanjut Heni,  santri selalu banyak akal, sabar dan nemiliki sikap terbuka. Santri akan mendahulukan adab daripada ilmu. Karena sikap tersebut, santri jelas telah menciptakan kedamaian.

“Jelaslah, Ruh santri Khoitunnass anfauhum linnas, memberikaan manfaat bagi orang lain..” Tutup Heni.

Para narasumber bersama Pimpinan Pesantren dalam FGD, Ahad (26/5) di Ponpes al-Hikmah. (Dok.Istimewa)

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para audiens. Hadir dalam Diskusi tersebut pimpinan ponpes Al-Hikmah KH. Ricky Assegaf, Guru dan Siswa MA al-Hikmah dan MTsN 4 Kota Tasikmalaya, Pengurus Karang Taruna Tamansari, Pengurus Ansor, IPNU-IPPNU serta para santri Ponpes al-Hikmah. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: