Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Tasikmalaya Menjelaskan Karakter Ulama NU - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Tasikmalaya Menjelaskan Karakter Ulama NU

nahdloh.com~ Kota Tasikmalaya, KH Aceng Mubarok Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Tasikmalaya menjelaskan kepribadian Ulama NU yang selalu memegang teguh pesan Sayidina Ali Karomallahu wajhah,(17/02).

Dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PC NU Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di gedung PC NU Kota Tasikmalaya Selasa,(16/02). ia menyampaikan alasan Ulama NU yang selalu ikhlas dalam beramal, jika dibuli tidak tersinggung dan selalu menjungjung tinggi rasa kemanusiaan.

Menurutnya alasan Ulama NU memiliki karakter seperti itu, karena mereka memegang teguh pesan Sayyidina Ali yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Banten dalam kitabnya Nasha’ihul ibad.

dalam kitab itu ada tiga pesan Sayidina Ali :

Pertama كُنْ عِنْدَ اللهِ خَيْرُ النَّاسِ “Jadilah manusia paling baik di sisi Allah”, Mereka para Ulama NU selalu melakukan kebaikan tak peduli mereka dihinan dan dicaci, juga tidak jumawa ketika langkah mereka mendapatkan sanjungan dan apresiasi, Karena tujuan mereka adalah menjadi sebaik-baiknya manusia di sisi Allah, sehingga cacian dan bulian tidak mengefek terhadap mereka.

Yang kedua pesan Sayidina Ali yang selalu dipegang teguh Ulama NU adalah كُنْ عِنْدَ النَّفْسِ شَرُّ النَّاسِ “Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu”, Ulama NU selalu mengintrospeksi diri merek selalu merasa dirinya bukan orang baik, maka ketika mereka dibuli tidak sakit hati apalagi marah, Karena mereka sibuk menjelek-jelekan dirinya sehingga lupa menjelekan orang lain.

“kita mah apa atuh, kira-kira seperti itu” Ucapnya yang juga Kepala SMK NU itu, dengan disambut gelakan tawa peserta Muskercab.

Terakhir pesan Sayidina Ali adalah   وَكُنْ عِنْدَ النَّاسِ رَجُلًا مِنْ النَّاسِ “jadilah kalian dihadapan manusia, sebagai bagian dari manusia itu sendiri”, Ulama NU selalu menjungjung tinggi nilai kemanusiaan buktinya pergaulan Ulama NU dari segi kemanusiaan sangatlah erat, sampai Mbah Wali Gus Dur dulu sempat guyon kepada Pak Bingki Irawan yang non muslim bahwa Pak Bingki adalah orang NU yang belum bersyahadat, dan Kiai Said juga guyon kepada pak Kapolri dengan mengatakan Bisa jadi pak kapolri sebagai NU Cabang Nasrani.

“Ini guyon yang menandakan Ulama NU saking menjungjung tinggi nila kemanusiaannya. Kita sebagai warganya jangan salah faham,” Tuturnya.

Terakhir ia pun memanjatkan do’a yang sempat dipanjatkan oleh Rasul :

اللَّهُمَّ اجْعَلْنٙا صَبُوْرًا وَاجْعَلْنٙا شَكُوْرًا وَاجْعَلْنٙا فَيْ عَيْنِنٙا صَغِيْرًا وَفِيْ أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيْرًا
“Ya Allah, jadikanlah kami orang yang pandai bersabar dan bersyukur. jadikanlah kami seorang yang hina menurut pandangan kami sendiri dan orang yang besar menurut pandangan orang lain.”(Ilham.abj)

banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin