Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Shalat Berjamaah Online, Bolehkah ? - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Shalat Berjamaah Online, Bolehkah ?

Sejumlah umat muslim bersiap melaksanakan shalat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (12/6/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pras.

Oleh Ilham Abdul Jabar

Dampak dari pandemi Virus Covid-19 yang melanda muka bumi ini ternyata mengganggu aktivitas tatanan Manusia. contoh sederhana terhambatnya kegiatan tatap muka dan kerumunan. sehingga memaksa manusia untuk terus mengerahkan kreativitasnya, Manusia didesak untuk mampu menggunakan teknologi.

Semua kegiatan yang bersifat tatap muka dan kerumunan sebisa mungkin harus dihindari. mulai dari belajar mengajar, rapat kerja, upacara, bahkan kegiatan keagamaan pun sebisa mungkin harus dalam jaringan (daring). Hingga belum lama, akhir-akhir ini penulis menemukan informasi beredarnya video kegiatan berjamaah Online, dalam video itu diperlihatkan seseorang yang bermakmum kepada imam dengan media Video call.

Tentu kita selaku Santri, Ajengan dan Kiai yang setiap hari bergelut dengan teks-teks keagamaan harus menjawab hukum venomena ini. karena kalau tidak kita jawab, siapa lagi yang akan menjawabnya?

Saya coba buka kitab-kitab fiqih mulai dari kitab Durusul Fiqhiyah sampai Almajmu’ dengan langsung membaca pembahasan syarat syah nya berjamaah, karena itu yang sedang saya cari jawaban hukumnya.

Dari semua kitab karya Ulama Syafi’iyah saya tidak menemukan diperbolehkannya Berjamaah Via Online, karena akan membatalkan salah satu syarat dari 12 syarat berjamaah, yaitu makmum harus melihat gerak imam dan mendengar suara imam, itupun imam dan makum harus dalam satu ruangan.

Ulama Syafi’iyah memberi batas jarak maksimal antara imam dan makmum harus tidak lebih dari 300 dzira’ (hasta) dihitung dari imam ke shaf makmum. Artinya, boleh saja makmum dan imam berjamaah Online, asal jaraknya tidak lebih dari 300 dzira’.

أى المأموم عالم بصلاته أى الإمام بمشاهدة المأموم له أو بمشاهدته بعض صف أجزأه أى كفاه ذلك في صحة الإقتداء به، قوله بمشاهدة المأموم له أى الإمام وقوله أو بمشاهدته بعض صف أى أو نحو ذلك كسماع صوت الإمام أو صوت مبلغ ولو فاسقا وقع في قلبه صدقه فلا يشترط كونه عدلا وإن أوهمه كلام المحشي بل المدار على وقوع صدقه في قلبه وإن لم يكن مصليا ومثل ذلك هداية من غيره له.

Namun jika kita bahas lebih luas dengan melihat pendapat madzhab di luar Imam Syafi’i, tentu perbedaan pendapat ini akan terlihat kontras. Hal ini saya temukan dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab karya Imam Abu Zakariya Syarifuddin An-Nawawi jilid 4 hal.182.

لو صلى في دار أو نحوها بصلاة الامام في المسجد وحال بينهما حائل لم يصح عندنا وبه قال احمد وقال مالك تصح إلا في الجمعة وقال أبو حنيفة تصح مطلق

“Jika seseorang melakukan shalat di rumah atau sejenisnya dengan mengikuti shalat imam di masjid–sementara keduanya terhalang oleh sesuatu, maka shalatnya tidak sah menurut kami (mazhab Syafi’i). Imam Ahmad juga memiliki pendapat yang sama. Menurut Imam Malik, pelaksanaan shalat berjamaah seperti ini saha kecuali pada shalat Jumat. Tetapi bagi Abu Hanifah, pelaksanaan shalat seperti ini sah secara mutlak (baik shalat Jumat maupun berjamaah),”

Masih dalam kitab itu juga pendapat Imam Atha’ (ulama tabiin) tidak mempermasalahkan jarak antara imam dan makmum, asalkan makmum bisa melihat gerak imam dan mendengar suara imam yang diikutinya.

Jadi hemat saya menanggapi Berjamaah Online yang tidak dalam satu ruangan tidak dibenarkan dan berjamaahnya pun tidak sah berdasarkan beberapa pertimbangan.

Jangan sampai tidak proporsional dalam beribadah, semisal meninggalkan kewajiban demi mendapatkan fadilah. Ulama yang menghukumi sah pun hanya sedikit, dan itu pun bukan dari kalangan Ulama Syafi’iyah, Qaul Ashah Ulama Syafi’iyah menghukumi tidak sah.

Jika tetap ingin berjamaah, di rumah juga bisa kan ? Apa memang kendalanya disini ?

Penulis adalah Guru Kelas Takhosus Pondok Pesantren Al-Hikmah Mugarsari Tasikmalaya

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan