Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Sambil Nobar, Sekolah Ini Gelar Diskusi Tentang G30S/PKI - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Sambil Nobar, Sekolah Ini Gelar Diskusi Tentang G30S/PKI

Para siswa menyimak Pemutaran film dan diskusi terkait G30S/PKI yang digelar oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah. (Istimewa/dok)

Nahdloh.com~Tasikmalaya, Walaupun pemutaran film G30S/PKI mengundang pro dan kontra, sebagian masyarakat dan pelajar tetap menayangan film tersebut. Tidak terkecuali yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah.

Menarik, tidak sekedar menonton, para guru dan siswa juga disuguhkan narasi dari beberapa narasumber. Mulai dari guru sejarah Yayu Susanti, S. Pd,. dalam sambutanya menekankan pada pengenalan sejarah bangsa yang divisualkan.

“Bertepatan dengan 30 September, kita akan menyaksikan penggalan sejarah bangsa indonesia, yaitu terkait G30 S/PKI. kebetulan terkait peristiwa tersebut ada dalam pelajaran. Nah, kita juga saat ini telah mendatangkan narasumber untuk menambah wawasan kita. Semoga kalian bisa menyimak dengan baik.” ujarnya

Para guru dan siswa menyimak pemutaran film dan diskusi terkait G30S/PKI yang digelar oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah. (Istimewa/dok)

Gayung bersambut dengan Kepala Madrasah Ricky Assegaf yang mengatakan, “Acara nobar ini, kita tidak hanya akan memutar tentang film PKI saja, tapi kita juga akan nobar film-film perjuangan dan motivasi, sebentar lagi akan ada hari santri, saya akan wajibkan seluruh siswa dan santri untuk nobar “Sang Kiai”, agar mereka mengenal fakta sejarah tentang “Resolusi Jihad” dalam upaya memerdekakan bangsa ini”.

Jelang pemutara, salah satu narasumber M. Irfan memaparkan akan pentingnya sejarah, tidak hanya sejarah PKI yang perlu kita ketahui, tapi masih banyak peristiwa lain yang perlu dipelajari.

“Mari ambil hikmah dari pemutaran film ini. G30S/PKI merupakan bagian dari sisi kelam perjalanan bangsa kita, artinya masih banyak peristiwa semisal PKI tersebut, mereka merongrong keutuhan bangsa ini, ada DI/TII, RMS, PRRI/PERMESTA, dan pemberontakan lain.” tutur mantan Aktivis LKHam ini.

M. Irfan memberikan pemaparan terkait pemutaran film dan diskusi terkait G30S/PKI yang digelar oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah. (Istimewa/dok)

PKI memang kejam, Irfan melanjutkan tapi tidak fair kalau hanya PKI hingga anak cucunya yang disalahkan, kenapa anak cucu para pemberontak lainnya didiamkan pedahal gerakannya sama. Berkaca dari sejarah tersebut, mari menatap ke depan, tanpa saling menyimpan dendam, demi keutuhan bangsa ini.

Bahkan ia menjelaskan, tantangan bangsa saat ini bukan hanya komunisme, tapi faham-faham yang mengarah perpecahan anak bangsa.

“Bukan hanya komunis yang harus diwaspadai, saat ini yang paling nyata seperti chauvinisme, merasa kelompoknya paling unggul, paling benar dan menolak keragaman di negeri ini.” tegasnya

Terakhir, narasumber lain Opik Taufiqul Haq, menekankan agar seluruh akademisi tidak hanya mengambil satu sumber sejarah.

“Para guru dan pelajar perlu memperbanyak referensi sejarah, melihat dari berbagai arah, karena terkadang sejarah dibuat karena kepentingan semata. Alhamdulillah terkait PKI ini beberapa saksi hidupnya masih ada, tidak ada salahnya kita berobservasi untuk menambah wawasan kita”. Kata aktivis yang pernah mengadvokasi eks Napol dan Tapol ini.

Opim Taufikul Haq memberikan pemaparan terkait pemutaran film dan diskusi terkait G30S/PKI yang digelar oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah. (Istimewa/dok)

Opik bahkan menolak klaim tentang kebangkitan PKI saat ini, menurutnya saat ini bukan PKI yang harus ditakutkan, tapi gaya-gaya yang mirip komunis yang haris diwaspadai, bungkusnya baik tapi isinya neo komunis.

“PKI saat ini bentuknya sudah tidak ada, cuma pola-pola gerakannya ada, mereka yang suka menghasut, suka berbuat fitnah, menggiring opini, adu domba dan berupaya memecahbelah bangsa dengan menghembuskan isu-isu SARA”. Tandasnya. (cp)

Para siswa antusian menyimak pemutaran film dan diskusi terkait G30S/PKI yang digelar oleh Madrasah Aliyah al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu siang (30/9) di bale TBM al-Hikmah. (Istimewa/dok)

Tags: ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
%d blogger menyukai ini: