Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Program Sadesha Dorong Para Penghafal Quran Tampilkan Wajah Islam yang Sesungguhnya - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Program Sadesha Dorong Para Penghafal Quran Tampilkan Wajah Islam yang Sesungguhnya

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Dalam rangka memberantas buta huruf al-Quran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Jam’iyatul Qurra’ Wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQH NU) Jawa Barat menggelar diklat Satu Desa Satu Hafizh (SADESHA) 2020 angkatan VI, Senin (20/07).

Diklat yang diselenggarakan di Hotel Santika, Kota Tasikmalaya ini dihadiri oleh 168 peserta hafizh hafizhah yang berasal dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.

Koordinator Sadesha, KH. Lukman Hakim menyampaikan bahwa diklat ini diadakan sebagai bentuk keseriusan pemprov jabar dalam memberantas buta huruf al-Quran dan wujud ikhtiar untuk membumikan al-Quran di Jawa Barat.

“Program Sadesha ini adalah bentuk perhatian dan keseriusan pemprov jabar dalam memberantas buta huruf al-Quran dan ikhtiar untuk terus membumikan al-Quran dengan mencetak satu desa satu hafizh quran,” ujarnya.
Ia menerangkan, dalam kegiatan ini para peserta akan mendapatkan pengayaan mengenai wawasan kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, pengayaan metode tahfizh, dan pengayaan metode tahsin al-Quran oleh para narasumber yang ahli dibidangnya.

“Dalam diklat ini peserta akan diberikan pengayaan tentang wawasan kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, supaya tidak hanya sebatas hafal al-Quran saja, melainkan harus berjiwa nasionalis dan bisa menampilkan wajah islam sesungguhnya yang rahmah dan moderat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PW JQH NU Jawa Barat, KH. Cecep Abdullah Syahid mengungkapkan, adanya program sadesha gagasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang bekerjasama dengan JQH NU Jawa Barat adalah bentuk keseriusan dalam membangun wilayahnya dari sisi bathin untuk mewujudkan jabar juara lahir bathin.

“Alhamdulillah JQH NU Jawa Barat mendapatkan amanah dari pemprov jabar untuk melaksanakan program sadesha, dan ini adalah bentuk keseriusan pemprov membangun Jawa Barat dari sisi bathin untuk mewujudkan jabar juara lahir bathin,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, JQH NU Jawa Barat selain memberdayakan para hufazh, kedepannya juga akan merilis program pemberdayaan para qori dengan harapan supaya ada sinkronisasi antara para hufazh dan qori.

“Kedepan kita di JQH NU bukan hanya memberdayakan para hufazh saja, namun kita juga ingin agar para qori bisa diberdayakan. Sehingga para hufazh dan qori sinkron dan bersinergi,” tutupnya.

Kemudian Staff Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ir. H. Toto Muhammad Toha dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Barat menyampaikan, generasi di jabar harus memiliki moral yang baik, kreativitas, dan daya saing sehingga bisa berjaya di negeri sendiri.

“Dengan adanya sadesha yang telah dilaunching pada 9 November 2019 lalu, dan hari ini sudah bisa melaksanakan diklat yang ke-VI, mudah-mudahan bisa mewujudkan generasi yang berkualitas dan unggul,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan goong oleh Ir. H. Toto Muhammad Toha dan didampingi oleh Ketua JQH NU Jawa Barat beserta Koordinator Sadesha. Turut hadir dalam acara ini Qori Internasional, KH. Aji Abdul Aziz; Bendahara PW JQH NU Jawa Barat, H. Cahya Nur; Sekretaris PW JQH NU Jawa Barat sekaligus Sekretaris Sadesha Dr. H. Ali Khosim, M.Ag; dan Rois Syuriah Majelis Ilmi PW JQH NU Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Badruzzaman Yunus, MA.

Adrian Fauzi Rahman

banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
%d blogger menyukai ini: