Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Ponpes Al-Hikmah gelar Silaturahmi Asparanom, Ceng Iip: “Ajang Mempersatukan Kembali Pasca Pilpres”

DR. H. Ahmad Syarif Munawi saat memberikan sambutan, Selasa malam (28/5) dalam silaturahmi Asparanom di Ponpes al-Hikmah (Dok. Deni/Ichan)

nahdloh.com~Tasikmalaya, Jika di Jawa Tengah dan Jawa Timur ada Asparagus, kependekan dari Aspirasi Para Gus, sebagai wadah berkumpulnya para putra kyai atau Kyai muda. Saat ini, di Jawa Barat juga hadir wadah yang sama denfan sebutan berbeda. Asparanom, sebutan untuk Aspirasi Para Ajengan Anom.

Berdirinya wadah ini tidak terlepas dari pada peran Durriyyah Kyai Pesantren. Untuk Jawa Barat diinisiasi oleh DR. H. Ahmad Syarif Munawi, dan dimotori oleh Ajengan Anom KH Ahmad Anwar Nasihin, yang merupakan Katib Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta, Katib Syuriah termuda di Indonesia, merangkap ketua Rijalul Ansor Jawa Barat.

Sementara, pada Selasa malam (28/5) di Kota Tasikmalaya menggelar silaturahmi Asparanom, setelah sebelumnya juga di Kabupaten dilakukan hal yang sama. Ponpes al-Hikmah Mugarsari dipilih sebagai tempat silaturahmi, sekaligus ikut menyemarakan pengajian pasaran Kitab Aswaja. Silaturahmi Ajengan Anom ini mengusung tema; Tadarus Ramadhan.

Menurut DR. H. Ahmad Syarif Munawi atau yang dikenal Ceng Iip, Asparanom ini tidak lepas dari peran Gus Rojin sebagai Ketua RMI PBNU sekaligus Stafsus Presiden, dan pertama kali dideklarasikan bulan November di Pesantren Agribisnis Al Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung, yang dihadiri sekitar 250 Kyai Anom se-Jawa Barat, dilanjutkan ke Kota-kota lain.

“Asparanom dideklarasikan pertama kali Pesantren Agribisnis Al Ittifaq Ciwidey, karena yang hadir mewakili pesantren yang ada di Jawa Barat, Kita ingin memperkuat secara lokal, kemudian kita buat acara Asparanom yang diawali di Kabupaten Bogor, kemudian ke Garut, kemudian ke Tasik, waktu itu di Sukamanah, kemudian di Bandung, di Cicalengka satu, satu lagi di Pacet, kemudian di Purwakarta, dan Alhamdulillah untuk memanjangkan silaturahmi dibuatksn group, dan dihitung-hitung sudah lebih dari 500, Alhamdulillah saat ini silaturahmi di Kota Tasikmalaya,” ungkap Cucu Almarhum Prof DR KH. Anwar Musadad Garut.

Ceng Iip menjelaskan bahwa Asparanom bukan organisasi formal, sehingga siapapun para ajengan bisa masuk dengan konsep saling menghargai, termasuk menyatukan kembali pasca Pilpres.

“Fungsi Asparanom ini, yang pertama bukan organisasi, dan tidak akan menjadi organisasi formal, karena dengan begini akan memberikan peluang bagi siapapun masuk Asparanom, kita ini memiliki konsep saling memuliakan. Kedua menyikapi perkembangan politik saat ini, banyak yang bertanya, bahwa di daerah pasca pilpres ini masih membekas, masih terpolarisasi, masih kutub-kutuban atau paAing-aing, yang sepertinya sangat susah menyatukan kembali. Betul, Asparanom bukan paguyuban politik. Politik Asparanom adalah politik Aswaja, demi kepentingan pesantren,” Katanya

Ada dua fungsi Asparanon, yaitu menjaga dan merawat tradisi Aswaja, ini akan berjalan jika kondisi negaranya aman.

“Sehingga disini ada dua fungsi Asparanom. Pertama dalam konteks Aswajanya, Kedua, bagaimana membuat negara kita ini senantiasa aman, tentram dan bersatu,” jelas beliau

Terkait fungsi tersebut, maka materi yang disampaikan, Ia menandaskan, “Sehingga materi-materi yang disampaikan bersifat kontemporer, sesuai perkembangan saat ini.”

Ketua Aswaja Center, Kyai DR. Yayan Bunyamin saat memberikan materi post-truth, Selasa malam (28/5) dalam silaturahmi Asparanom di Ponpes al-Hikmah (Dok. Deni/Ichan)

Materi utama silaturahmi kali ini mengupas terkait post-truth oleh Ajengan muda sekaligus Ketua Aswaja Center Tasikmalaya, Kyai. DR Yayan Bunyamin, Kyai energik yang sudah punya jejak dakwah malang melintang dalam memberikan materi keAswajaan serta wawasan kebangsaan.

Dalam silaturahmi tersebut, selain Ceng Iif, hadir pula Gus Ni’am dari RMI PBNU mewakili Gus Rojin, Pengasuh Pesantren al-Hikmah KH. Ricky Assegaf, Koordinator Asparanom, Kyai Aa Fuad Mukhlis, para pimpinan Ansor-Banser dan Rijalul Ansor serta para santri pasaran Aswaja. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: