Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Moment Malam Perpisahan di Pesantren Al-Hikmah

Santri Al-Hikmah saat membacakan bait alfiyah, Minggu malam (26/5) pada acara tafaruqan

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Tradisi Tafaruqan setiap pesantren menjelang akhir Bulan Ramadhan tepatnya saat telah menghatamkan kitab pada waktu pengajian pasaran selama Ramadhan. Momen yang sangat dinanti nanti oleh santri, karena keesokan harinya akan pulang berkumpul bersama keluarga mereka.

Seperti halnya salah satu pesantren yang terletak di Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari ini. Al-Hikmah, pesantren yang terbilang masih baru ini dapat beradaptasi dengan tradisi pesantren yang sudah ada sebelumnya. Terbukti, beberapa kajian kitab-kitab kuning silih berganti terus dikhatamkan para santri. Tidak terkecuali berbagai kajian keagamaan, pengijazahan, kajian wawasan kebangsaan, Halaqoh, FGD, pengajian pasaran umum dan event-event lainnya, rutin dilaksanakan pesantren ini.

Kembali pada ulasan Tafaruqan atau Muwaddaah pesantren ini, malam ke 23 Ramadhan dipilih sebagai malam terakhir para santri tinggal di pesantren sebelum pulang ke rumah mereka. Acara yang dihadiri sesepuh Yayasan al-Hikmah, Drs. H. Ruchyat Sopandi, tak pelak berbagai acara pun, seperti hadrah, puisi curahan hati, ekspresi dan kreativitas para saat itu diungkapkan.

Sesepuh Yayasan Al-Hikmah, Drs. H. Ruchyat Sopandi,. saat memberikan amanat, Minggu malam (26/5) pada acara tafaruqan

Tidak ketinggalan, Amanah untuk para santri pun terucap. Ilham Abdul Jabar, Rais pesantren memberikan arahan betapa pentingnya Istiqomah bagi santri dan tidak tercemar perilaku-buruk. Hal tersebut ua ungkapkan dengan kinayah dalam bentuk bait syair.

“Jika jalian pulang ke rumahnya masing-masing, jadilah dhomir mutassil Nahnu, dalam Bait Alfiyah dikatakan: LIROF’I WANASBI WAJARRI NA SHOLAH # KA’RIF BINA FA’INNA NA NILNAL MINAH., bahwa Dhomir Nahnu saat muttasil akan terus menjadi (نا) dan tidak akan berubah meski ada amil rafa, nasab atau khofad,” Tutur santri yang berstatus mahasiswa STMIK Tasikmalaya ini, Senin (27/5).

Begitupula, lanjutnya, sebagai santri saat berada di rumahnya masing-masing, jangan merubah Akhlaq-etika dan hal positif sehari-hari kalian seperti yang dilakukan di pondok.

Rais Pesantren Ilham Abdul Jabar,. saat memberikan sambutan, Minggu malam (26/5) pada acara tafaruqan

KH.Ricky Assegaf,M.Pd., sebagai pengasuh pesantren, ia berpesan, selain menjaga akhlak, santri diharuskan mengunjungi para guru-guru ngaji saat kecil mereka.

“Jagalah akhlaq kalian!, karena itu buah dari ilmu kalian. Awas jangan lupa Untuk bersilaturahmi, setelah keluarga dan tetangga, utamakan guru ngaji kalian semasa kecil!. Sampaikan salam silaturahmi untuk orang tua dan guru ngaji kalian!,” Titah Ricky.

Selesai amanat itu, para santri langsung menampilkan beragam kreasi masing-masing dari perwakilan tiap kobong (red: kamar), seperti perwakilan kobong Aisyah yang menampilkan Puisi Berantai kocak yang cukup mengocok perut.

Begitulah sekelumit moment Lailatul Muwada’ah di Ponpes Al Hikmah Mugarsari. Untuk para santri, selamat berkumpul dengan keluarga masing-masing. 🙏🙏

“PULANGLAH DENGAN CUCIAN MU, DAN KEMBALILAH DENGAN ADRAHIMU” (Red)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: