Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Misteri Rambut Nabi

Nahdloh.com 

Satu hal yang paling membahagiakan dalam kunjungan ke Baghdad kali ini, saya berkesempatan mencium rambut Nabi sebanyak dua kali. Siang itu, Senin 16 Januari 2017, persis di hari kelahiran Nabi, bersama sejumlah ulama Alquran dari berbagai negara kami berziarah ke makam Abu Hanifah Al-Nu’man (wafat 150 H), pendiri mazhab Hanafi, di wilayah A’zhamiyah Baghdad. Kepala Kantor Wakaf Sunni, yang memiliki otoritas keagamaan Muslim Sunni Irak, Seikh Abdul Lathif AL-Hemyem, turut mendampingi.

Memasuki komplek makam, saya teringat Imam Syafi’i yang selalu mengunjungi tempat itu ketika berada di Baghdad, berguru kepada murid-murid Abu Hanifah. “Setiap kali menjumpai masalah, aku berwudhu, salat dan berdoa di tempat itu. Masalah pun terselesaikan”, begitu kata Imam Syafi’i. Beliau tabarrukan di tempat itu. Ada keberkahan di situ.

Setelah mendapat penjelasan dan berdoa, Al-Hemyem mengeluarkan sebuah kotak dari kayu dengan kaca di bagian depannya. Dari jauh kulihat dalam kotak sebuah botol kaca kecil berisi rambut. Itulah rambut Nabi ….. Shalluu Ala Rasuulillaah …… Satu persatu tamu yang hadir diberi kesempatan menciumnya. Seorang sahabat, Syeikh M. Ali Athafay, pakar ilmu qiraat dari Maroko menarikku ke depan, “saya bela kamu untuk mendapatkan hakmu, mencium rambut Nabi”. Saya pun merangsek ke depan dan mencium kotak berisi rambut ‘suci’ itu. Setelah mundur ke belakang, gantian dengan yang lain, saya kembali ikut antri dan mendapat kesempatan sekali lagi.

Saya teringat hadis-hadis shahih yang menceritakan para Sahabat berlomba mendapatkan segala sesuatu yang terkait Nabi; potongan rambut, sisa air wudhu, keringat dan sebagainya. Nabi sendiri yang sengaja bagikan potongan rambut saat haji wada. Ada keberkahan di situ. Khalid bin Walid, panglima perang tangguh, ternyata selalu menyelipkan beberapa helai rambut Nabi di kopiah yang selalu digunakannya setiap kali perang, dan selalu menang. Ada keberkahan di situ.

Dulu Bani Israil juga begitu. QS. Albaqarah menceritakan, setiap kali perang selalu bawa kotak persegi panjang (Tabut) berisi peninggalan Nabi Musa dan Nabi Harun. Terasa membawa ketenangan. Ada keberkahan di situ.

Potongan rambut itu hadiah persembahan Sultan Hamid II tahun 1891 sebagai bentuk penghormatan kepada Makam Abu Hanifah. Dikeluarkan setiap upacara Maulid Nabi, Jumat terakhir di bulan Ramadhan dan acara malam laylatul qadar 27 Ramadhan. Di luar itu hanya tamu-tamu kehormatan yang diberi kesempatan. Mudah-mudahan keberkahan rambut Nabi selalu menyertaiku ….. Yang tidak percaya, silakan tuduh saya SYIRIK ….. Gitu aja kok repot …!

Dikutip dari facebook Muhammad Muchlis Hanafi

Tags: ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: