Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Meresahkan, Penyebar Selebaran Ajakan Keluar NU Dipolisikan

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Warga Kp. Cipajara Kec. Tamansari dihebohkan dengan adanya selebaran gelap yang berisi provokasi agar warga keluar dari Nahdlatul Ulama. Berdasarkan penelusuran, selebaran dibagikan dan ditemukan di tempat pengajian, Senin (04/11).

Karena selebaran tersebut membuat resah warga Nahdliyyin, juga menjadi perbincangan masyarakat setelah diketahui yang menyebarkan selebaran provokatif tersebut, maka PAC Ansor Tamansari bersama masyarakat langsung membuat laporan ke pihak berwajib.

Berikut isi selebaran tersebut.

SUDAH SAATNYA…

semua Habaib & Ulama bersama Umar Islam ASWAJA keluar berbondong-bondong dari NU & BANSER, krn NU & BANSER sdh jadi
“RUMAH BESAR LIBERAL & ANEKA ALIRAN SESAT”

Semua Umat Islam ‘Non NU’ utk beramai-ramai menolak NU & BANSER, serta melarang ‘ACARA NU’, di wilayah ‘Non NU’, krn NU & BANSER terus-menerus mempersekusi & mengusir para Habaib dan Ulama ‘Non NU’, serta sering membubarkan Acara ‘Non NU’ di wilayah yg diklaim sbg “WILAYAH NU”.

ini penting dilakukan agar NU paham & sadar bhw NU bukan lagi Rumah Besar ASWAJA, dan mereka bukan Pemilik NKRI sendirian.

Dari isi laporan, diketahui yang menyebarkan selebaran tersebut berinisial NM (69). Menurut informasi, ia menjabat dewan syuro’ salah satu ormas wilayah Jabar. Ketua Ansor Tamansari, Elan Hudayanto mengatakan bahwa laporan telah dibuatkan di Kantor Polresta Tasikmalaya, Jum’at malam (8/11).

Elan menjelaskan selebaran tersebut sudah diamankan, dan bukti-bukti lain sudah dikumpulkan, ini sudah masuk pencemaran nama baik dan sangat provokatif, sangat meresahkan.

Besok kita lihat langkah yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, karena sudah kami berikan bukti dan saksi-saksinya. Menurutnya, terlalu berani dan su’ul adab dengan menyebarkan dan ajakan keluar dari NU yang didirikan ulama besar, termasuk ini fitnah-fitnah Banser segala.

Dari kesaksian salah satu warga, Aj. Mumu yang saat itu di lokasi menyebutkan, sudah beberapa kali memberikan selebaran bernada provokatif, dan orang tersebut selalu tiba-tiba datang meskipun tidak pernah diundang sebelumnya.

“…ieu teh sesah persoalana teh, …anjeuna teh saluhureun, datang teu diundang, sadayana eta oge pada lamun sumping eta teh menyesal…”. jelasnya

Pami dongkap eta teh, teu nyaman we lah, “jika dia datang (suasana) suka tidak nyaman..” ungkapnya. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

One Response

  1. , Ozie Syeira SyamsalihNovember 9, 2019 at 3:56 pmReply

    Sangat disayangkan jika itu terjadi. Upaya penggembosan NU seperti itu hanya akan merugikan umat Islam secara keseluruhannya. Terlebih ada upaya juga pembenturan antar Ulama NU dg pihak di luar N U., bahkan antar habib dg habib pun tdk lepas dari upaya adu domba .

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: