Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Konfercab NU Kota Semarang Kyai Ali Masadi Bawa Visi Perubahan - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Konfercab NU Kota Semarang Kyai Ali Masadi Bawa Visi Perubahan

Gus Nuhin (kiri) KH Ali Mas’adi (kanan) berfoto bersama dalam sebuah kesempatan

nahdloh.com~ Semarang, Menyambut pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kota Semarang, Ketua Kader Penggerak NU Kota Semarang Kyai Ali Mas’adi membawa visi perubahan.

Perubahan yang dia maksud adalah sembilan langkah memajukan NU Kota Semarang agar pantas disebut sebagai ibukotanya Jawa Tengah.

“Semarang adalah ibukotanya Jawa Tengah. Sudah semestinya NU Kota Semarang menjadi contoh di Jawa Tengah. Kami ingin perubahan. Agar NU di Kota Semarang maju,” ujar Ali Masadi di Semarang, Kamis, (29/7/2021).

Dijelaskan Wakil Ketua PCNU Kota Semarang ini, untuk memajukan NU di Kota Semarang perlu ada gerakan serempak dan terstruktur yang dia namai Sembilan Langkah Perubahan.

Diterangkannya, pertama melibatkan seluruh struktur pengurus di kecamatan yaitu Majelis Wakil Cabang (MWC) dan pengurus Ranting di setiap kelurahan. Serta Pengurus Anak Ranting NU yang berbasis di dusun atau Rukun Warga (RW) atau masjid.

“Konfercab tahun 2001 di Ponpes Athohiriyah diikuti MWC dan Ranting NU. Lalu tiga periode terakhir ini tidak lagi melibatkan ranting. Hanya MWC yang boleh ikut konfercab. Kami akan mengembalikan hak ranting ikut Konfercab. Dan kami akan melibatkan (pengurus) Ranting dalam setiap program kegiatan NU,” tutur kyai yang suka berjualan kitab ini.

Langkah kedua, lanjut dia, mengisi struktur pengurus cabang mayoritas dari unsur MWC NU. Tujuannya untuk menampung para kader yang telah terbukti mampu berkhidmah di kecamatan masuk ke tingkat lebih tinggi.

“Kita akan benar-benar mengelola kader terbaik NU. Yang sukses di kecamatan diangkat jadi pengurus cabang. Tentu sesuai keahlian dan kecakapannya,” tandas santrinya KH Haris Sodaqoh mantan Rois Syuriah PCNU Kota Semarang ini.

Langkah ketiga, sambung dia, mengalokasikan mayoritas dana PCNU untuk MWC dan Ranting NU.

“Kami akan mengubah struktur keuangan PCNU. Nantinya mayoritas dana diberikan kepada MWC dan Ranting. Karena hidup matinya NU ada di tangan mereka,” kata Ali Masadi yang pernah menjadi ketua Ranting NU Kelurahan Genuksari dan pernah ketua MWC NU Kecamatan Genuk ini.

Adapun enam langkah lain dia sebutkan; disetiap kecamatan (MWC) didirikan NUMart, Klinik Kesehatan, dan disediakan mobil ambulance.

Kemudian menjalin hubungan baik nan sinergis dengan Pemerintah Kota Semarang, menjalin kemitraan dengan Ormas dan Parpol, dan menjaga keharmonisan persaudaraan antar iman.

Berikutnya, mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah dimiliki NU, termasuk memaksimalkan peran Lembaga Pendidikan Ma’arif dan pengelolaan seluruh aset NU.

Dipadu program penguatan lembaga dan badan otonom NU. Prinsipnya, kata Ali, seluruh kader NU difasilitasi dan diajak dengan bimbingan para ulama.

“Mari kita siapkan diri menyongsong Satu Abad NU. Perteguh khidmah, jiwa pengabdian kita kepada Jam’iyyah NU. Semoga kita diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari,” pungkas alumnus Popes Lirboyo Kediri ini.

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan