Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Kiai Said Ingatkan Pentingnya Membaca Alquran yang Mujawwad - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Kiai Said Ingatkan Pentingnya Membaca Alquran yang Mujawwad

nahdloh.com~ Kendal, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siraj (SAS) mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an yang mujawwad. Dia mengatakan ada ormas Islam dengan pola berpakaian selayaknya Arab, berjubah akan tetapi tidak mampu melafalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Jangan sampai pengurus NU ada yang seperti itu,” kata Kiai Said saat memberikan pidato acara peresmian PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) percontohan nasional, dan peletakan batu pertama RSNU (Rumah Sakit Nahdlatul Ulama) di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (18/2/2020).

Selain itu Kiai Said juga mengingatkan tentang kemandirian organisasi. Koin Muktamar sebagai ikhtiar menuju kemandirian organisasi agar tidak mengandalkan proposal. Dicontohkannya beberapa bangunan perguruan tinggi yang dibangun tanpa proposal. “NU harus mandiri,” tegasnya.

Selain itu, SAS mengingatkan bahwa muktamar bukanlah acara PBNU, melainkan acara warga NU. “Muktamar iku gawene wong NU, dudu pengurus PB,” tandasnya.

Dengan adanya koin muktamar ia mewanti-wanti warga NU untuk turut andil mensukseskan muktamar sesuai kapasitas dan kemampuan. “Kita jaga Muktamar, kita kawal muktamar. Tidak ada ribut, tidak ada.” pesannya.

Sebagai bentuk akuntabilitas publik Kiai Said mengungkapkan, jika terdapat sisa koin setelah muktamar akan dikembalikan ke berbagai tingkatan NU. Sebagai jaminan, ada auditor independen yang mengawasi penggunaan koin.

Hal senada telah dikatakan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kendal KH Izzudin Abdussalam, koin muktamar merupakan upaya menuju NU yang mandiri maka pelaksanaan Muktamar dibiayai sendiri. Ia menerangkan, infak merupakan kebutuhan bersama sebagai warga NU dan bangsa Indonesia. “Memberikan infak untuk NU yang melindungi kita dan Indonesia.” ringkasnya. (*)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin