Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Kata Ustadz Itu Bukan Dari Bahasa Arab

Tahukah anda, jika kata Ustadz inu bukan Bahasa Arab ? Untuk yang baru tahu pasti tercengang cengang. Tapi saya akan paparkan sedikit demi sedikit pendapat ulama ahli bahasa.

Entah dari mana awalnya kata “Ustadz” ini dianggap sebagai kata serapan dari Bahasa Arab. Yang pasti, ini sudah merambak luas di seentaro Nusantara ini. Walau implikasi nya tidak buruk, namun tetap saja ini sebuah kesalahan. Dan sekecil apapun kesalahan, kita harus berusaha saling memberi tahu satu sama lain. Iya kan ?

Kata Ustadz itu tidak terdapat dalam syair Jahili atau era pra Islam dan bukanlah bahasa Arab. Justru ini berasal dari bahasa Persia. Ah yang bener ?

Jadi gini. Dalam kitab Mausu’ah al-Akhta’ al-Lughawiyah as-Syai’ah, kata ustadz (Arab, أستاذ) berasal dari bahasa Persia klasik yang dalam bahasa Persia (Iran) ditulis istad (Persia, إستاد). Dari segi arti ia mendekati kata khowaja (خواجة) sebuah kata bahasa Parsi yang bermakna pengajar, tuan, atau orang tua.

dulu penduduk Irak memakainya karena hubungan mereka dengan bangsa Parsi (Iran). Lalu mereka pindah ke Teluk dan Suriah lalu ke belahan negara Arab yang lain.

Lalu Istilah ustadz ini dimaknai secara umum sebagai profesi tenaga ahli seperti ahli hukum, pengacara di pengadilan dan lain sebagainya. di mana, profesi ini setingkat dengan level pengajar di perguruan tinggi lah..

Kalau bersikukuh kata Ustadz ini dari Bahasa Arab, kita kembali ngaji ilmu Shorof ya! Jika kita cermati, semua huruf dalam kata Ustadz adalah bentuk asal, Seandainya kata Ustadz berasal dari bahasa Arab niscaya huruf asalnya adalah astadza ( أستـَذ) ikut wazan fu’lal ( فُعلال ) bukan dari satadza ( سَتـَذ َ). Jika pun tidak, niscaya ia ikut wazan af’al (أفعالا) dan Ini tidak ada dalam bahasa Arab.

Dan satu lagi yang harus diluruskan, karena kata Ustadz itu bukan sifat, maka Kata ustadz juga tidak ada bentuk muannats (bentuk perempuan). Jadi, yang benar adalah kata Ustadz dipakai untuk laki-laki dan perempuan.

Sekian info hari ini ya. Jangan lupa, beragama dengan ilmu bukan dengan nafsu.

Ilham Abdul Jabar, Pengajar Kelas Mahasiswa Pondok Pesantren Al Hikmah Mugarsari

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan