Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Jendral Listyo Sigit Prabowo : Kami Berharap Anggota-anggota Kami Diisi Kalangan Pesantren - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Jendral Listyo Sigit Prabowo : Kami Berharap Anggota-anggota Kami Diisi Kalangan Pesantren

nahdloh.com~ Jakarta, Dalam acara Silaturahim KAPOLRI dan Ketua Umum PBNU bersama POLDA dan PWNU Se-Indonesia secara Virtual yang diselenggarakan di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat Raya No.164 Jakarta pusat. Kepala Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengharapkan Anggota-anggotanya diisi dari kalangan Pesantren dan Putra-putri Kiai, (28/1/2021)

Dihadapan ketua Umum PBNU serta Ketua PWNU Se-Indonesia yang mengikuti acara itu secara Virtual, Jendral Listyo mengungkapkan harpan kedepannya anggota kepolisian bisa diisi dari kalangan pesantren, madrasah dan putra putri Kiai, sehingga ketika mereka mengabdi di masyarakat akan amanah dan pasti sangat disegani.

“kami sangat berharap anggota-anggota kami, akan diisi oleh orang orang yang ahli dan paham ilmu agama. kami akan sangat senang ketika anggota kita ada yang dari kalangan pesantren, madrasah, apa lagi di suatu daerah dia adalah putra dari tokoh agama, sehingga akan kita rekrut dan kami kembalikan ke daerahnya masing masing menjadi polisi, dan pasti dia menjadi sosok polisi yang disegani oleh masyarakat,” Papar Listyo.

Beliaupun berharap polisi kedepamnya menjadi polisi yang tegas tapi humanis, menjadi polisi yang yang tidak menggunakan kekuatan yang dimilikinya. dan masyarakat pun bias memahami ketika kepolisian memberi peringatan dan himbawannya.

Sementara itu KH Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU memperkuat perkataan Jendra Listyo dengan mengutip firman Allah :
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

beliau menafsirkan bahwa setiap umat mempunyai kebanggaan dan kreativitasnya masing-masing, baik itu agamanya, budayanya, teknologinya dan yang lainnya, semua itu tidak boleh kita remehkan.

Beliau pun memberi informasi kepada Jendral bahwa sebanyak 2800 lebih pesantren NU yang tersebar di Indonesia, tidak satupun santrinya terlibat teroris, karena Kiai NU tidak ada waktu untuk mengajarkan hal seperti itu, mereka hanya mengajar Kitab Kuning.

“saya jamin sebanyak 28000 lebih pesantren NU yang tersebar di Indonesia, tidak satupun santrinya terlibat teroris, karena Kiai NU tidak ada waktu untuk mengajari ngebom “begini lho cara ngebom.” tidak ada kiai yang seperti itu, karena waktu mereka digunakan mengajar Kitab Kuning.” Ungkapnya.

Dialog itupun diakhiri dengan saling memberi cindera mata dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Abdul Manan Ghani Ketua Bidang Dakwah dan Masjid PBNU. (Ilham.abj)

banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin