Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Ini Cara LAZISNU Kota Semarang Redakan Kepanikan Keluarga Korban Covid - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Ini Cara LAZISNU Kota Semarang Redakan Kepanikan Keluarga Korban Covid

Relawan LAZISNU Kota Semarang saat mengambil peralatan untuk memandikan jenazah korban Covid-19 di sebuah rumah sakit. (Foto, istimewa)

nahdloh.com~ Semarang, Relawan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Semarang punya cara sendiri dalam menenangkan penerima manfaat layanan ambulans jenazah maupun ambulans pasien Corona Viruse Disease 2019 atau Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Covid-19 memang berbahaya. Karena itu wajar kiranya jika keluarga korban Covid-19 jadi panik. Sebab, Mudin yang biasanya bertugas merawat jenazah sampai pemakaman takut untuk mandikan jenazah yang dinyatakan positif Covid-19. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas pemulasaran jenazah Covid-19.

“Memang tantangan kita bukan hanya sekedar memberikan pelayanan, tapi juga harus meredakan panik atau takut warga sekitar,” kata seorang relawan LAZISNU Kota Semarang, Ayatullah Khumaini kepada awak media, (12/9/2021).

Oleh karena itu dirinya harus kreatif dalam tugasnya melayani masyarakat yang membutuhkan jasa pemulasaran jenazah sampai mendoakan setelah dikebumikan. “Kalau hanya sebatas doa, relawan LAZISNU sudah bisa. Nah, ini untuk menghibur keluarga korban Covid memang tidak mudah,” ungkapnya.

Kreatifitas para relawan LAZISNU dalam menenangkan dilakukan ketika membawa pasien Covid ke rumah isolasi terpusat menjadi salah satu kunci penanganan Covid-19 di Kota Semarang tidak menyeramkan. “Intinya kepanikan adalah penyakit maka petugas relawanpun juga menenangkan pasien dengan mengajak bershalawat di dalam mobil ambulans pasien,” imbuhnya.

Maka dari itu, lanjut dia, muncullah inisiatif mengenakan peci hitam dengan alat perlindungan diri (APD). Sontak saja, tingkah lucu itu membuat kelarga korban Covid jadi terhibur. “Kita spontan saja sih asalnya, iseng-iseng sudah pake APD lengkap terus pake peci hitam. Nah ternyata respon keluarga dan masyarakat baik, mereka jadi tidak tegang, tidak panik, bisa lebih santai karena sedikit terhibur,” ungkapnya.

Peran LAZISNU Kota Semarang di masa pandemi dalam melayani permintaan ambulans gratis memang cukup padat, terlebih sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Bahkan kala lewat tengah malam pun sering terjadi. “Kalau malam, sebelum PPKM darurat sering, sampai mobil ambulans jenazah kita parkir di luar pagar, karena banyak yang takut kalau harus parkir di area parkiran kantor NU,” ungkapnya.

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Semarang ini melanjutkan, banyaknya permintaan masyarakat sampai menghabiskan stok alat pelindung diri (APD) sehingga dalam beberapa kali pemulasaran tanpa baju hazmat. “Stok APD sering habis, akhirnya kita gunakan jas hujan plastik dan kaos tangan latex dobel,” akunya.

Sebab, lanjut dia tugas kemanusiaan di masa pandemi Covid-19 tidak ada tawar menawar. “Memang mau tidak mau tugas ini harus dilaksanakan, kalau semua takut tertular dan tidak ada yang merawat maka akan berdosa semua, merawat jenazah kan fardhu kifayah hukumnya,” tuturnya.

Untuk meringankan beban anggaran, pihaknya selalu menyarankan keluarga korban Covid untuk pemulasaran di rumah sakit, bukan di rumah duka. “Kalau di rumah sakit sudah disediakan semuanya. Jadi tidak perlu menyediakan prokes pemulasaran jenazah,” ungkapnya.

Manager Pentasharufan LAZISNU Kota Semarang, Esriyanto atau Muhammad Zidan Al-Farisi pun tak jarang ikut terjun langsung dalam pemakaman. “Ada keluarga yang dari Ngaliyan tidak berani mengantar jenazah. Sehingga semuanya dilayani LAZISNU. Bahkan pihak keluarga menolak untuk ikut memakamkan,” akunya.

Menghadapi kondisi demikian, dia pun tidak lantas memaksakan harus ikut. “Kita tawari dulu untuk menyaksikan dari jauh, kalau memang sudah benar-benar tidak mau ya sudah, tidak bisa kita paksa. Memang Covid ini butuh edukasi bertahap,” pungkasnya. (Kiky)

Tags: , ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan