Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Empat Kewajiban Manusia Di Dunia Menurut Abul Abbas Al Mursi - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Empat Kewajiban Manusia Di Dunia Menurut Abul Abbas Al Mursi

nahdloh.com~ Kota Tasikmalaya, Mustasyar Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tamansari KH Aceng Kurnia ketika memberi tausiyah dalam acara lailatul ijtima’, beliau menyampaikan pesan Abu Abas Al Mursi yang dikitup oleh Ibn Atha’ilah dalam Kitabnya Al Hikam,(20/02).

أحوال العبد أربع لا خامس لها. النعمة والبلية والطاعة والمعصية
“Keadaan seorang hamba di dunia Ada empat tidak kelimanya : nikmat, musibah, ta’at dan maksiat,”

“Dari semua keadaan itu, ada kewajiban ubudiyahnya, sehingga semuanya menjadi lahan untuk ibadah kepada Allah,” Katanya.

Kewajiban pertama ketika ditakdirkan ta’at. seperti tahajud jadi rajin, terbiasa baca Al-Qur’an, istiqomah puasa Senin kamis, suka Sedekah dll. Maka wajib untuk nya meyakini bahwa semua itu adalah anugerah yang diberikan Allah SWT kepadanya. Yang mana menurut Ibn Atha’ilah Al Askandari orang yang melakukan hal tersebut dia adalah orang yang mendapatkan kesempurnaan nikmat, sehingga konsekuensinya dia tidak akan dihinggapi penyakit hati seperti sombong, sum’ah, ujub, ria, takabur dll.

Kewajiban yang kedua ketika ditakdirkan bermaksiat. memang sejatinya kita bermaksiat sudah takdir tuhan, maka dari itu ketika ditakdirkan bermaksiat kewajiban kita adalah berhenti selamanya dari kemaksiatan itu, memohon ampun lah kepada-Nya dan tumbuhkan penyesalan dalam diri.

“Kita ini tidak dimaksum seperti Rasul, bahkan wali sekalipun berpotensi melakukan dosa apalagi kita yang berangkat dari dosa pertama ke dosa selanjutnya,” Jelasnya.

Kewajiban yang ketiga ketika diberi nikmat seperti badan sehat, pekerjaan lancar dll. Maka kita wajib untuk bersyukur.
“Seperti halnya Sayyidina Ali Karomallahu wajhah selalu berdoa agar bisa bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan, karena pasti orang yang selalu bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang diberikan-Nya,” Jelas Pengasuh Pondokan Pesantren Al-ikhsan Ciharashas itu.

Kewajiban yang keempat ketika ditimpa musibah seperti sakit, susah mencari pekerjaan, istri ngomel terus dll, maka kewajibannya adalah Berserah diri atas ketentuan Allah serta diberingi dengan sabar.

“Jika semua kewajiban itu kita lakukan, maka setiap keadaan kita akan membuahkan ibadah,” Jelasnya

Lebih jauhnya Kiai Aceng menjelaskan bahwa ibada itu ada yang waktunya ditentukan dan ada yang tidak ditentukan. Ibadah yang ditentuka seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, shalat tarawih dll. Dan ibada yang tidak ditentukan seperti yang sudah dijelaskan di atas.

“Jika mendapat nikmat maka bersyukurlah, jika mendapat musibah maka ridho dan sabarlah, jika sedang maksiat maka bersegera taubatlah dan jika ditakdirkan taat maka yakini itu adalah anugerah dari Allah SWT,” pungkasnya. (Ilham.abj)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin