Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Dorong Transformasi Layanan Pendidikan, PTKIN dan Kanwil Berkolaborasi

nahdloh.com~ Surabaya, Kolaborasi antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama perlu menjadi prioritas guna membangun pendidikan Islam yang integratif dan kompetitif, terutama komunikasi yang masif antara keduanya dalam menjaring siswa-siswi berprestasi di madrasah dan pondok pesantren.

Gagasan tersebut mencuat dalam Rapat Kerja (Raker) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) dengan tema “Sinergisitas PTKIN dan Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam Membangun Pendidikan Islam Integratif dan Kompetitif. Mengambil tempat di Ballroom Hotel Doubel Three Surabaya, Senin (8/3/2022). Raker dihadiri 120 peserta yang terdiri dari para Rektor PTKIN, Kakanwil Kemenag DAN unsur Direktorat Diktis.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nizar Ali. M.Ag menuturkan, prestasi siswa-siswi di lingkungan Kementerian Agama membanggakan bahkan mengungguli prestasi siswa-siswi sekolah umum. Namun, potensi tersebut belum terserap secara maksimal oleh PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kalau kita lihat 1000 top ranking sekolah berdasarkan ujian tulis berbasis komputer, MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Insan Cendekia itu nomor satu, artinya MAN kita itu jauh luar biasa, tetapi talenta ini tidak ditangkap oleh Para Rektor yang memiliki variasi prodi, karena tidak ada komunikasi antara Rektor dengan Kakanwil sehingga nanti Kakanwil bisa memberikan afirmasi kepada kepala Madrasah,” tutur Guru Besar UIN Jogjakarta ini.

Menurut Nizar, tema Raker Diktis ini sangat monumental dan relevan dalam menterjemahkan arahan Gus Menteri untuk mempercepat layanan umat di bidang pendidikan. Dengan sinergisitas, PTKIN akan memiliki talenta-talenta unggul dari Madrasah-madrasah di bawah Kanwil Kementerian Agama. Dimana kedua belah pihak, baik Rektor maupun Kakanwil harus proaktif guna mewujudkan hal tersebut.

“Kepala Kanwil pun perlu memberikan afirmasi kepada anak didik supaya ada pandangan, bahwa saat mereka telah sampai pada capaian-capaian atau prestasi-prestasi tersebut, maka mereka bisa melanjutkan ke PTKIN dengan kualifikasi dosen yang sama dengan Perguran Tinggi Umum,” terangnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani menuturkan, sinergitas anatara Kanwil dengan PTKIN tidak lepas dari program strategis atau program unggulan yang disampaikan oleh Menteri Agama, dan raker ini diharapkan meningkatkan capaian program-program unggulan yang dicanangkan oleh Menteri Agama.

“Antara PTKIN dengan Kanwil Kemenag harus saling berkolaborasi untuk menjading bibit-bibit unggul masuk dalam garba PTKIN”, tutur Prof Ali Ramdhani.

Lebih dari itu, sambung Prof Dani, kolaborasi antara Kanwil dan PTKIN tak lain adalah upaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan tagline yang kini diusung oleh Kemenag, yakni transformasi layanan umat.

“Yang tak kalah penting dari kolaborasi ini adalah partisipatif, dimana ego-ego sektoral harus dilebur karena inti dari semua ini adalah cita-cita kita bersama, yakni memberikan layanan terbaik,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam (Diktis), Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag mengatakan, minat lulusan Madrasah Aliyah terhadap perguruan tinggi keagamaan Islam masih minim. Menurutnya itu tidak sebanding dengan banyaknya MA dan jumlah alumninya.

“44 Persen justru dari SMA, jadi hanya terpaut 2 pesen. Itu artinya minat alumni Madrasah Aliyah tidak terlalu siginifikan dibanding dari jumlah MA dan para alumni siswanya”, imbuh Suyitno.

Guru Besar UIN Palembang ini menerangkan, berbagai faktor kenapa minat alumni MA belum maksimal terhadap PTKIN, salah satunya dikarenakan, PTKIN tidak memberikan golden ticket, atau bisa jadi Kanwilnya tidak proaktif memberikan diseminasi.

“Tentu kita berkepentingan alumni MA yang excellent itu menjadi calon mahasiswa PTKIN supaya kemudian nanti prestasi PTKIN terus berkesinambungan”, tegas Suyitno.(Syukron/RB)

Tags: ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan