Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Covid-19 Kota Tasik Meningkat Tajam, Prokes Ponpes Al-Hikmah Diperketat dan Penyemprotan Diintensifkan - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Covid-19 Kota Tasik Meningkat Tajam, Prokes Ponpes Al-Hikmah Diperketat dan Penyemprotan Diintensifkan

Santri Ponpes Al-Hikmah sedang nelakukan penyemprotan disinfektan di area mesjid, Jumat 4 Desember 2020. (Dok.Istimewa)

nahdloh.com~ Kota Tasikmalaya, Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Kamis (03/12) total kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 berjumlah 1000 kasus, dengan rincian 450 orang telah dinyatakan sembuh, 523 orang masih aktif dan 27 orang meninggal dunia dan penambahan kasus pada hari itu saja sebanyak 255 warga.

Dikutip dari radartasikmalaya.com, bahwa Sekretaris Daerah Ivan Dicksan menyebutkan, bahwa kenaikan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 saat ini didominasi dari klaster pesantren, (03/12). Hal tersebut menjadi warning untuk kesekian kalinya bagi masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan terutama komplek pesantren. Seperti yang dilakukan Satgas pencegahan Covid-19 pesantren Al-Hikmah Mugarsari yang mengurus hal berkaitan dengan protokol kesehatan.

Kasus covid yang grafiknya terus meningkat, menurut satgas pencegahan covid-19 Pesantren, Supriyadi mengatakan, bahwa protokol kesehatan di pesantren ini dari jauh hari sudah diterapkan, karena terus kasusnya terus naik dia dan timnya mengintensifkan penyemprotan disinfektan yang awalnya tiga hari sekali menjadi dua hari sekali.

“Jauh-jauh hari protokol kesehatan di pesantren ini sudah kami terapkan, namun melihat kasus Kota Tasik yang terus meningkat, sementara letak komplek pesantren kami sangat strategis, lalulalang kendaraan tidak bisa dihindari, kami pun makin memperketat protokol kesehatan dan sesering mungkin melakukan penyemprotan di Komplek pesantren, yang awalnya tiga hari sekali sekarang jadi kebih rutin dua hari sekali,” ungkap pemuda yang menjabat ketua dewan santri tersebut, Jumat(04/12/2020).

Menurut Supriadi, penyemprotan cairan disinfektan ada 8 titik, yaitu Mesjid, Madrasah, Kelas, Komplek Santri Putri, Rumah Pengasuh Pesantren, Komplek Santri Putra, Studio Pojok Hikmah dan Kantor Sekretariat.

“Untuk pesantren ini, cairan disinfektan kami biasa semprotkan ke 8 titik, yaitu Mesjid, Madrasah, Kelas, Komplek Santri Putri, Rumah Pengasuh Pesantren, Komplek Santri Putra, Studio Pojok Hikmah dan Kantor Sekretariat,” lanjut santri yang akrab dipanggi Yadi itu.

Adapun biaya kebutuhan Satgas, Supruadi menuturkan, bahwa pencegahan covid diambil dari perputaran uang yang ada, yaitu pembendaharaan dan Koperasi Pesantren.

Selama ini kami tidak memakai uang dari pemerintah daerah, karena memang tidak ada. Meski demikian, Satgas ini harus terus ada karena merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Pungkasnya. (Ilham)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin