Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! Benarkah yang larang Shalat berjamaah di Masjid itu Iblis ? - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

Benarkah yang larang Shalat berjamaah di Masjid itu Iblis ?

Oleh Ilham Abdul Jabar

Ternyata tulisan saya sebelumnya yang menjelaskan tentang hikmah ditutupnya Masjid ‘Tuhan menunggu doa-doa yang dipanjatkan dari rumah yang dijadikan syurga oleh pemilik nya’, tidak bisa membendung menyebarnya virus Ngeyel, malah hari ini informasi dari Tribunnews.com Indonesia ada di urutan ke-2 se-Asia kasus tertinggi harian positif Covid-19.

Ini sebuah PR besar untuk warga yang dijuluki +62. pasalnya, jika tidak sadar serta tidak melakukan 5M;

  1. Memakai masker.
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  3. Menjaga jarak.
  4. Menjauhi kerumunan dan
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.
    Selamanya virus ini akan terus berkembang.

Berakhir dan berkembangnya Virus ini tergantung kita, saya ambil Contoh warga negara lain. Wuhan contohnya, dilansir dari cnbcindonesia.com bahwa Wuhan yang disebut sebagai tempat titik awal munculnya virus Covid-19, karena penduduknya sadar dan virusnya ingin cepat berlalu, mereka patuh terhadap himbauan pemerintah(Enggak Ngeyel).

Wahai sebagian Warga +62, katanya wabah ini ingin cepat berakhir, tapi kalian tidak melakukan 5M ? Yang benar saja. Sudah cukup pandemi ini mengganggu kestabilan pendidikan dan menurunkan kualitas ekonomi di negara ini, mau sampai kapan kalian merasa gagah ? Merasa dekat dengan Tuhan ?. Ingat! Wabah ini dari Tuhan, diturunkan untuk menguji hamba-Nya, apakah akan sok dekat dengan Tuhan tanpa melakukan upaya kalian sebagai hamba. Atau melakukan upaya dan berserah kepada Tuhan ? Rasulullah saja jika sakit berobat, apalagi kalian ?

Belum lama akhir-akhir ini di media sosial beredar poto masyarakat yang memasang spanduk dengan tulisan “Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang melarang atau menghalangi, apalagi sampai mengusir orang shalat di masjid, kecuali setan, iblis bukan manusia,” dan ini dipajang di dinding Masjid. pertanyaan saya untuk mereka

  1. Kalian pernah ngaji sama Kiai gak sih ?
  2. Kalian pernah ngaji Fiqih gak sih ?
  3. Apakah pemuka agamanya tidak menyampaikan tentang Ruhsah ?
  4. Pertanyaan ini khusus untuk orang yang dianggap memiliki ilmu agama. apakah tidak ada hadits yang menjelaskan ruhsah tidak diperkenankan berjamaah di Masjid ?

Kalau tidak tahu, Saya beri satu contoh kisah Rasulullah yang menyuruh umat islam tidak shalat berjamaah di Masjid, kisah ini ada dalam Sahih Bukhari dan dalam Sahih Muslim.

قَالَ : ” أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ ، ثُمَّ قَالَ : صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ ، فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ ، ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ : ” أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ” فِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ ، أَوِ المَطِيرَةِ ، فِي السَّفَرِ .

“Dari Nafi’ berkata: Ibnu Umar mengumandangkan adzan pada malam yang sangat dingin di daerah Dlajnan. Kemudian beliau mengucapkan ‘Saallu fii rihalikum’ shalatlah di rumah-rumah kalian. Maka ia menginformasikan kepada kami bahwa Rasulullah SAW pernah menyuruh seorang muadzin untuk mengumandangkan adzan. Setelah itu muadzin mengumandangkan, ‘Hendaklah kalian salat di rumah-rumah!’ dalam sebuah malam yang sangat dingin atau hujan di tengah perjalanan”

Hadits di atas menjelaskan tentang bagaimana adzan dikumandangkan di saat situasi dianggap tidak memungkinkan untuk shalat berjamaah. Baik karena faktor malam yang sangat dingin atau hujan sangat lebat, apalagi dihujani Virus.

Hujan Air saja menjadi ruhsah tidak berjamaah di Masjid, apalagi hujan virus ? Bukan hanya boleh, bahkan bisa jadi haram.

Ingin tahu lebih mendalam akan Hadits itu, coba buka Syarah Sahih Muslim karya imam Syarifuddin Abu Zakariya An-nawawi atau kitab Fathul Bari Syarah Bukhari Karya Ibn Hajar Al-asqallani, pasti kalian akan mendapatkan dalil-dalilnya. Apalagi ditinjau dari segi Kaidah Fiqih dan Usul Fiqihnya, sudah barang tentu kebijakan Kemenag ini suatu yang tepat.

Rokok saya di bungkusnya pun sudah habis, tulisan pun saya akhiri. kalau masih saja ngeyel terhadap kebijakan ini, tunggu nanti saya suguhkan dalil tentang 5M, karena Kemenag juga membuat keputusan itu hasil pertimbangan yang matang.

Stay Safe, Stay Healthy!

Penulis Adalah Guru Kelas Santri Takhosus Pondok Pesantren Al-Hikmah Mugarsari Kota Tasikmalaya.

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan