Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Belajar Etika dari Ketua Ansor Tasik dalam Menghormati yang Lebih Tua

Moment Ketua Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf menghormati orang yang lebih tua saat penyerahan bantuan 2000 paket sembako, Ahad, 30 Desember 2018 yang berlokasi di Lapangan Karangsambung Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

nahdloh.com

Saya terenyuh, mengerutkan kening, saat menyaksikan sendiri moment Ketua Ansor Kota Tasikmalaya cium tangan masyarakat penerima manfaat sembako usai pembaiatan Anggota Banser yang mengikuti Diklatsar.

Tidak diragukan lagi, Ilmu memang sangat penting, tapi pondasi Etika jelas lebih penting. Karena Etik baik akan menyelamatkan kita dari kesombongan, keserakahan, kelaliman, kekejaman, kedengkian, kebencian, dan sifat buruk lainnya. Minal ma’lum, di atas ilmu ada yang lebih urgen, yakni adab atau etika. Sebab, ilmu berapapun banyaknya, tanpa akhlak yang baik akan menjerumuskan kita pada perilaku hewani, bahkan bisa lebih rendah.

Menarik, seperti perkataan Abdullah bin Mubarak, ulama sufi, yang termuat dalam kitab Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari:

نَحْـنُ إِلَى قَلِيْــلٍ مِــنَ اْلأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيْرٍ مِنَ اْلعِلْمِ

“Kita lebih membutuhkan adab (meskipun) sedikit dibanding ilmu (meskipun) banyak.”

Betapa banyak kesewenang-wenangan kekejaman, pengrusakan, ditopang ketinggian intelektual dan modernisme tenologi. Maka, sudah seharusnya lah Etika menjadi kebutuhan urgen peradaban manusia.

Akhlak dan keteladanan pucuk pimpinan GP Ansor Kota Tasikmalaya yang saya saksikan itu, merupakan sikap yang harus ditiru oleh seluruh kader Ansor Banser di seluruh penjuru negeri. Takdzim kepada yang lebih tua merupakan Suri Tauladan yang diajarkan Rasullullah SAW, tak peduli ia dari golongan apapun atau dari kasta sosial manapun. Hal inilah yang harus ditumbuh kembangkan dalam kehidupan berbangsa, di tengah krisis moralitas, caci maki dan saling membenci antar sesama anak negeri.

Salut, sebagai Ketua cabang GP Ansor Kota Tasikmalaya yang juga Pimpinan Popes al-Hikmah ini telah rela menanggalkan kehormatan jabatannya demi menjaga akhlak, takdzim dan rasa hormat kepada yang lebih tua. teringat kutipan:

ترك الأدب مجيب للطرد

“Terusirlah bagi orang yang tidak beretika”

Opik Taufiqul Haq
(Wk.Sekretaris Ansor Kota Tasikmalaya)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: