Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!! 4 Amalan Yang Dianjurkan Rasul Di Bulan Sya'ban - Suara Nahdliyyin
banner 728x90

4 Amalan Yang Dianjurkan Rasul Di Bulan Sya’ban

Waktu berjalan sangat cepat, kini sudah berada di bulan Sya’ban. Tidak terasa kita telah melewatkan satu bulan yang penuh dengan keberkahan, yaitu bulan Rajab. Padahal saat memasuki bulan Rajab senandung doa yang senantiasa dipanjatkan kepada-Nya adalah “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana, Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (usia) kami ke bulan Ramadhan”(HR Ahmad).

Mari merenung sejenak, bermuhasabah atas apa yang telah dilakukan. Apakah kita sudah berusaha untuk meraih keberkahan tersebut ataukah justru terlalaikan oleh gemerlapnya warna-warni dunia sehingga bulan Rajab yang penuh keberkahan pun terlupakan. Pundi-pundi keberkahan yang sangat bernilai pun terlewatkan, dia sudah berlari tanpa mungkin lagi kembali. Lalu, adakah penyesalan di dalam hati ini? Hanya hati masing-masing yang dapat menjawab semua itu.

Saat ini, sudah memasuki gerbang kedua dari bulan yang penuh keberkahan, yaitu Sya’ban. Apakah akan terlena juga, lalu melewatinya tanpa mendapatkan pundi-pundi keberkahan yang Allah berikan kepada kita dengan sangat mudah? Bagi mereka yang beriman, tentu tidak mungkin akan terperosok ke jurang yang sama. Mari kita contoh teladan para pendahulu kita. Mereka telah mengajarkan bagaimana beramal dalam bulan yang penuh kemuliaan ini.

Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah menjadikan bulan Sya’ban sebagai bulan persiapan menyambut Ramadhan. Mereka tidak melewatkan satu hari pun kecuali diisi dengan aneka kebaikan.  Banyak amaliyah sebagai usaha untuk peroleh keberkahan diantaranya sebagai berikut:

Pertama : memperbanyak puasa sunnah. Usamah bin Zaid menyebutkan bahwa ia bertanya pada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada sebuah bulan yang lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban?” Rasulullah SAW menjawab: “(Sya’ban) itu adalah bulan antara Rajab dan Ramadhanyang kebanyakan manusia melalaikannya. Sya’ban adalah bulan dimana amalan-amalan diangkat menuju sisi Tuhan Semesta Alam, karenanya aku suka ketika amal-amalku diangkat, sementara aku dalam keadaaan berpuasa“. (HR. Nasa’i)

Siti Aisyah pernah meriwayatkan “Terkadang Nabi SAW puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulanRamadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain Siti Aisyah memaparkan aktivitas Nabi SAW selama bulan Sya’ban: Nabi SAW berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.”(HR Bukhari dan Muslim). Bahkan Ummu Salamah pernah menyampaikan: Nabi SAW belum pernah puasa satu bulanpenuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR An-Nasa’i).

Kedua : memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bulan ini disebut sebagai syahru al-qurra. Sebagaimana  dalam riwayat Salamah bin Kahil dikatakan “Dahulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulanmembaca Al Qur’an.” Dalam riwayat Ibnu Rajab, Anas bin Malik RA bercerita tentang kesibukan para Sahabat Rasulullah SAW ketika masuk bulanSya’ban. Salah satunya adalah membaca Alquran. Bahkan ‘Amr bin Qais apabila memasuki bulan Sya’ban, segera beliau menutup tokonya dan lebih menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Ada sebuah riwayat dari  Ibnu Rajab yang menyebutkan riwayat dari Al-Hasan bin Sahal, bahwasanya bulan Sya’ban mengadu kepada Allah SWT. “Ya Rabb, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (yaitu Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?” Maka Allah SWT menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an”.

Ketiga : memperbanyak sedekah. Selain memperbanyak membaca Al-Qur’an ternyata para sahabat Nabi SAW sangat gemar untuk berzakat dan sedekah di bulan ini. Salah satu riwayat sahabat Nabi SAW yaitu Anas bin Malik pernah mengatakan: “Kaum Muslimin saat memasuki bulan Sya’ban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan.

Imam Ja’far Ash-Shadiq pernah mengatakan: “Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah di bulan Sya’ban maka Allah akan memelihara (pahala) sedekah itu seperti salah seorang dari kalian menjaga gembala (anak unta) kalian. Hingga sampai pada hari kiamat dan pahala sedekah itu telah berubah seperti gunung Uhud.” Bahkan Ibnu Hajar Al-Asqalani. menyampaikan:“Diriwayatkan bahwa sebagian salaf mengeluarkan zakat harta mereka di bulan Sya’ban dengan tujuan agar kaum miskin dan dhu’afa mampu menjalani ibadah puasa di bulanRamadhan.” 

Keempat : memperbanyak shalawat. Ibnu Abi Shai al-Yamani mengatakan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulanshalawat. Hal ini sebagaimana Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki menyebutkan dalam kitab Madza Fi Sya’ban dikarenakan ayat Al-Qur’an surat al-Ahzab: 56 yang berkaitan dengan shalawat diturunkan pada bulan Sya’ban. Imam Sihabuddin al-Qasthalani dalam al-Mawahib dan Ibnu Hajar al-Asyqalani mengatakan bahwa turunnya ayat tersebut pada bulan Sya’ban tahun ke 2 hijriyah.

Marilah kita semua berusaha untuk meraih pundi-pundi keberkahan di bulanSya’ban ini. Abu Bakr Al Balkhi berkata:“Bulan Rajab saatnya menanam, bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil”, bahkan beliau mengatakan juga:“Bulan Rajab seperti angin, bulanSya’ban bagaikan mendung dan bulanRamadhan bagaikan hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab, lalu tidak menyiram tanamannya di bulanSya’ban, maka jangan berharap ia bisa menuai hasil di bulan Ramadhan.”

Oleh : DR. KH. Acep Zoni Saepul Mubarok

(Penulis adalah Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)  PCNU Kota Tasikmalaya dan Dosen Fakultas Agama Islam Unsil Tasikmalaya)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin