Selamat Hari Pahlawan, Jasa dan Pengorbananmu akan terus dikenang. Berkarya dalam mengisi Kemerdekaan ini sebagai wujud syukur akan membuat para Pahlawan bangga !!

Mencerahkan

& Menggerakan

banner 728x90

WAKIL ISLAM

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden PRESIDEN Joko Widodo santap malam bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang di Istana Bogor, Senin (23/7/2018) malam.

NAHDLOH.COM

Wakil Islam adalah sebuah isu yang muncul dalam politik Indonesia sejak 1990-an. Ketika itu, setelah Pemilu 1992, Soeharto membutuhkan seorang wakil presiden yang bisa menampung aspirasi Islamis yang sedang tumbuh. Pilihan jatuh kepada Try Soetrisno, seorang yang pernah terlibat peristiwa Tanjung Priuk tetapi belakangan dianggap jenderal hijau di tubuh tentara.

Sejak itu siapapun yang mau maju menjadi RI 1 membutuhkan seorang yang dianggap mewakili golongan Islam. Ini tentu saja tidak mudah, bukan karena tidak ada pilihan, tetapi karena Islam itu sendiri sangat beragam. Memilih seorang wakil dari golongan Islam tertentu berarti mengabaikan suara golongan Islam yang lain.

Isu mengenai wakil Islam akan menjadi isu sentral dalam pemilu 2019 mendatang. Cukup pasti Jokowi dan penatangnya akan sangat memperhatikan situasi psiko-politis ini. Golongan Islam yang beragam adalah kunci untuk membuka kemenangan.

Bahkan bagi penantang Jokowi, isu wakil Islam akan dijadikan satu-satunya senjata untuk menembak lawan. Dari sekian nama yang beredar, termasuk Anies Baswedan, tidak ada satupun yang mempunyai prestasi membanggakan. Tidak ada yang bisa mereka jual kecuali agama dan masalah identitas lainnya. Wakil Islam adalah tirai hitam untuk menutupi bau Kali Item.

Sementara itu, di kubu Jokowi, sejauh ini muncul nama Mahfud MD dan TGB. Keduanya dianggap merupakan wakil Islam, lepas dari kontroversi dan saling klaim di belakangnya. Selain itu ada juga tokoh-tokoh partai pendukung, seperti Cak Imin dan Gus Romy, tetapi saya kira keduanya lebih baik tidak dipilih sebagai cawapres sekarang. Saya memprediksi akan muncul nama lain menjelang batas akhir pendaftaran capres dan cawapres 10 Agustus mendatang.

Amin Mudzakir

(Peneliti LIPI)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: