Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Wakapendam Diponegoro Jawab Klarifikasi Video TNI Dengan Bendera HTI

nahdloh.com~SEMARANG, Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit yang sempat beredar beberapa bulan lalu merupakan hoax dengan kategori manipulasi konten. Dalam video tersebut tampak seorang anggota TNI yang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid milik ormas terlarang “HTI”. Narasi yang dibangun dalam penyebaran video tersebut pada umumnya menuliskan bahwa TNI bangga dengan bendera tauhid sehingga mengibar-ngibarkannya.

Semula video tersebut juga diunggah di banyak akun youtube, pada 11/9/2018, juga menyudutkan Banser yang membakar bendera, namun kemudian unggahan video tersebut dihapus dari banyak akun karena banyaknya komentar yang menyebut Cc. @wiranto1947 @Dr_Moeldoko @Kemhan_RI @PolhukamRI @Puspen_TNI @tni_ad @_TNIAU @_TNIAL_ @KSPgoid pic.twitter.com/8sePBLmzvn.

Mereka yang memberikan cc@ berharap untuk memperhatikan video tersebut dan mempertanyakan apakah anggota-anggota TNI dapat dibenarkan melakukan tindakan seperti dalam video tersebut. Adanya sebutan terhadap instansi-intansi tersebut membuat banyak akun yang menghapusnya.

Wakapendam Diponegoro, Letkol. Susanto dalam acara Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng di Hotel Aston Inn Semarang, memberikan jawaban klarifikasi atas video tersebut. Dirinya mengatakan bahwa video tersebut merupakan hasil jebakan, rekayasa pihak-pihak tertentu.

Dia menjelaskan tentang adanya penyusup yang meletakkan bendera ormas terlarang di area TNI. “Nah, sudah menjadi kebiasaan di kami, TNI, kalau ada tulisan arab kita jaga, kita amankan, agar jangan sampai terinjak-injak sampai terjadi salah paham,” ujarnya, Sabtu (4/5/2019).

Namun tak semua pengunggah menghapus video tersebut. Sampai saat ini video yang memanipulasi konten tersebut masih banyak ditemui di beberapa akun media sosial youtube, dan bahkan masih terdapat pula dalam media online portal islam.

Untuk diketahui, portal media online tersebut merupakan portal yang banyak memberikan narasi radikal, berita oposisi, plintiran, dan bahkan hoax. Dalam beberapa postingannya, seringkali menyudutkan, dan selalu menyalahkan usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam membangun negara. Selain itu, portal media tersebut juga paling getol menyerang Nahdlatul Ulama dan istilah Islam Nusantara. (*)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About