Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan Nasional, Semoga NKRI Senantiasa dalam Lindungan Allah SWT
banner 728x90

TAWASUTH, TAWAZUN DAN TASAMUH BENTUK BELA NEGARA

Nahdloh.com~Suara Nahdliyyin

Tasikmalaya. Selasa 10 Januari 2017

Bela Negara merupakan konsep perangkat suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen negara dalam mempertahankan eksistensi negara tersebut baik secara fisik maupun Non fisik.

Secara fisik, Bela Negara merupakan usaha pertahanan dan keamanan dari serangan pihak yang mengancam Negara. Nah Sikap Tawasuth, Tawazun, dan Tasamuh merupakan bentuk Bela Negara Non fisik yang harus dimiliki oleh seorang patriot dan seluruh masyarakat. Sudah selayaknya kita menjadi Ummatan Wasatho (umat tengah-tengah). Mengapa demikian ? karena hal tersebut sudah tercantum dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 2 yang artinya “Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”. Bahkan Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan dan senantiasa mencontohkan sikap dan perilaku tengah-tengah ( Tawasuth)

Dari sikap tersebutlah, akan melahirkan toleransi terhadap berbagai perbedaan, baik agama, kepercayaan dan keyakinan, pemikiran, budaya dan sosial kemasyarakatan. Keragaman tersebut membuat Indonesia memiliki 34 Provinsi, 416 Kabupaten, 98 Kota, 7.024 Kecamatan dan 81.626 setingkat desa atau kelurahan. Hal ini menjadi kekuatan yang sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnik dan 1.340 suku bangsa.

Toleransi menjadi hukum alam dalam mengelaborasi perbedaan menjadi sebuah rahmat, kaitannya pun sangat substansial ketika budaya yang merupakan hasil dari akal manusia memiliki nilai luhur dan merupakan arkeologi kesejarahan yang patut dihargai sebagai suatu kebijaksanaan. Sehingga implementasi untuk menciptakan persaudaraan dan keharmonisan terdapat dalam Q.S Alhujurat ayat 13 yang artinya “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.”

Munculnya suatu paham yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial serta politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan, itu akibat dari tidak adanya sikap toleransi sesama umat manusia. Ketika dilihat dari sudut pandang keagamaan yang mengacu pada fondasi agama dengan fanatisme yang tinggi, maka pengaktualisasian paham keagamaannya menuntut diterima secara paksa untuk dianut dan dipercayai.

Sikap Intoleransi ini akan menimbulkan konflik-konflik yang berhubungan dengan suku, ras dan agama pada bangsa ini. Kemudian berkembang semakin luas sehingga muncullah aksi-aksi radikalisme yang berujung terorisme untuk menghancurkan keutuhan NKRI. Jika hal itu (intoleran) sudah melebar luas pafa bangsa ini, maka perbedaan suku, adat, ras dan agama tidak akan menjadi kekuatan bangsa lagi, mencoreng salah satu pilar dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Ketika bangsa ini sudah mengalami intoleransi yang sangat tinggi, maka hal yang harus dilakukan adalah menumbuhkembangkan pendidikan Tawasuth, Tawazun dan Tasamuh disetiap lembaga, baik lembaga formal maupun non formal. Oleh karenanya, pemerintah dan lembaga terkait harus lebih pro-aktif dan tepat sasaran dalam memberikan Pendidikan Bela Negara dengan konsep Pendidikan Tawasuth, Tawazun dan Tasamuh. Jangan sampai Bela Negara ini ternodai dengan kepentingan golongan / kelompok, karena tidak ada tawar menawar lagi ketika kita berbicara kedaulatan negara, yaitu NKRI Harga Mati. 

Penulis: Ketua Ansor Kota Tasikmalaya

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan