Sungguh Terdapat Suri Tauladan dalam Diri Rasulalloh SAW
banner 728x90

Survei Intoleran dan Radikalisme, LIPI: Jabar Mayoritas tidak Berafiliasi dengan Ormas

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaparan hasil survei atau kampanye publik terkait Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia, Jum’at (23/11) bertempat di Ballroom Ruang Tulip lantai II Hotel Santika Kota Tasikmalaya. Survei ini dilakukan pada karakteristik responden berdasarkan agama, pendidikan terakhir, jenis kelamin, status menikah dan akses media sosial.

Hasil survei menggunakan metode kuantitatif survei dengan pengambilan sample multistage random sampling yang melibatkan 1800 responden di 9 provinsi dari total penduduk yang dikeluarkan BPS thn. 2010, yaitu 116.035.389 jiwa dengan margin error 2.4 persen.

Dari 9 Provinsi yang disurvei tersebut, meliputi DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DIY dan Aceh.

Menurut salah satu narasumber LIPI Amin Mudzakir, khusus Jawa Barat selalu banyak kejutan.

“Dari tiap provinsi kita gunakan 200 responden. Untuk Jabar ada kejutan terkait afiliasi ormas, karena hanya 9 persen yang mengisi,” ungkap Amin.

Amin menjelaskan, ketika disodorkan isi survei, yang katanya Jawa Barat masuk daerah intoleran, namun hasilnya sangat mengejutkan, karena tidak memiliki afiliasi dengan ormas tertentu.

“Hasil survei ternyata responden menjawab tidak berafiliasi dengan ormas apapun, sehingga ada yang mesti dipertanyakan, siapa mereka itu?,” paparnya.

Khusus Jabar ini, masalah intoleran tidak lepas dari data historis Islam politik di Jawa Barat.

“Setelah DI/TII, sampai sekarang masih mengakar, termasuk yang tersebar di DKM mesjid kampus-kampus, namun arahnya quo vadis (mau dibawa ke mana)”. Tandasnya. (cp)

Berikut Hasil Survei TIM LPIK-LIPI: Download

Tags:
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: