Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan Nasional, Semoga NKRI Senantiasa dalam Lindungan Allah SWT
banner 728x90

Strategi Jitu Indonesia Terkait Rohingya Membuahkan Hasil

Kementerian Luar Negeri Indonesia Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi, di Naypydaw, Myanmar, Senin (4/9/2017), guna membahas krisis kemanusiaan di Rakhine State.

Nahdloh.com

Pemerintah Indonesia melalui Menlu RI Retno Marshudi lakukan pertemuan dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi di Myanmar. Dalam Pertemuannya, Menlu RI menyampaikan usulan Indonesia yang disebut Formula 4+1 untuk Rakhine State.

Dilansir dalam laman Tribunnews.com, Empat elemen usulan Kemenlu ini terdiri dari: (i) mengembalikan stabilitas dan keamanan; (ii) menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; (iii) perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama; dan (iv) pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan keamanan
Alhasil usulan dari Kemenlu membuahkan satu capaian penting yaitu Dengan disepakatinya Indonesia dan ASEAN terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Rakhine State. Mekanisme penyaluran dipimpin oleh Pemerintah Myanmar, namun melibatkan ICRC dan beberapa negara termasuk Indonesia dan ASEAN.

“Indonesia selalu menekankan bahwa bantuan harus sampai kepada semua orang yang memerlukan, tanpa kecuali, tanpa memandang agama dan etnis”. Papar Retno

Langkah menlu ini merupakan langkah yang terbaik yang bisa dilakukan pada saat ini, karena yang harus dilakukan saat ini adalah menghentikan genosida di Rakhine, dan segera memberikan pertolongan dan bantuan obat-obatan dan pangan terhadap para korban.

Menebar kebencian terhadap umat non Muslim di Indonesia (baca: ummat Budha) dan menshare foto-foto HOAX seputar tragedi Myanmar adalah upaya kontraproduktif dengan upaya konkrit yang dilakukan oleh pemerintah RI dalam wujudkan perdamaian di Myanmar. Apalagi hingga melempari bom molotov ke Kantor Kedutaan besar Myanmar di Jakarta.

Juru bicara Komite Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang juga bagian dari Kemenlu, Tomy Hendrajati menegaskan protes keras yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia akan berdampak buruk kepada akses bantuan untuk masuk ke lokasi konflik. Tomy berharap unjuk rasa terus dilakukan dengan cara yang santun.

Aksi solidaritas dan jihad melawan kekejaman militer Myanmar di Rakhine bisa ditunjukkan dengan mengumpulkan bantuan dan doa. Relawan yang dikirim ke Myanmar bahkan tentara pun untuk menjaga perdamaian, jadi selama upaya diplomasi dilakukan belum saatnya pergi ke Myanmar angkat senjata.

Aksi Solidaritas Rohingya Tak Ganggu Kerukunan di Indonesia, ini juga hal penting karena umat non muslim (baca Buddha) indonesia tidak terlibat dalam pembantaian di Myamar. Pernyataan Umat Budha disampaikan melalui siaran persnya, Rabu, (30/8) ditandatangani antara lain oleh Bikkhu Dhammakaro Mahathera dari Organisasi Sangha Theravada Indonesia; Biksu Duta Smirti Sthavira dari Sangha Mahayana Indonesia.

Oleh: Dani Kamal
(Tim Instruktur Ansor Kota Tasikmalaya)

 

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan