Tahun Politik, Tetap Jaga Ukhuwah!!
banner 728x90

RJA Kota Tasikmalaya Resmi buka Pasaran Kitab Risalah Ahlussunah wal Jama’ah Angkatan II

Pembukaan pengajian pasaran kitab Aswaja, Ahad (26/5) di Ponpes Al-Hikmah (Dok. Istimewa)

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Bagi kalangan santri pondok pesantren di wilayah Jawa Barat lainnya, tentu mengenal istilah ‘ngaji pasaran’, pada bulan Ramadan. Metode ngaji kitab kuning dan mengkhatamkan kitab dengan cepat, karena waktu yang telah ditentukan.

Rijalul Ansor untuk kedua kalinya melaksanakan pengajian pasaran khusus kitab Aswaja di Pondok Pesantren al-Hikmah Mugarsari dan khusus dilaksanakan pada bulan suci Ramadan. Pun sebanyak 80 santri akan mengikuti pengajuan tersebut.

“Adanya pasaran ini untuk memperkuat terhadap pemahaman Ahlusunah wal Jama’ah, karena salah satu kitab yang dikaji adalah karya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari” ujar Wakil Ketua Pelaksana pengajian Aswaja KH. Jaohary Tantawy Ilyas, Minggu malam (26/5).

Menurut Ajengan Jaohary, Tradisi pasaran merupakan tradisi yang sudah kental melekat di kalangan pondok pesantren. “Pengajian Pasaran sangat antusias dan dinanti oleh para santri,” kata dia.

Senada dengan KH. Jaohay, Pengasuh Pesantren al-Hikmah, KH. Ricky Assegaf mengatakan, kali kedua kita melaksanakan pasaran kitab-kitab aswaja ini untuk mencari keberkahan terutama bulan suci Ramadhan.

“Tahun kedua pasaran Kitab-kitab Aswaja. Tabaruk pada orang shaleh yaitu Hadratussyaikh, terlebih pada bulan suci Ramadhan kali ini,” ungkapnya.

Pembukaan pengajian kitab Aswaja, Ahad (26/5) di Ponpes Al-Hikmah (Dok.Istimewa)

KH. Ricky juga berpesan dan berharap agar benar-benar dalam menjalankan beragama diperkuat dengan referensi, tidak cukup modal semangat saja.

“Beragama dengan semangat tanpa rujukan itu sangat berbahaya, akhirnya mudah menyalahkan dan menyakiti orang lain,” paparnya.

Akhirnya, KH. Ricky mohon doa agar para santri senantiasa Istiqomah. “Sebagai generasi muda kita harus Istiqomah, karena akan memperjuangkan dan melanjutkan orang-orang tua kita.” Tutup beliau.

Selain kitab Karya Mbah Hasyim, Risalah Ahlusunnah wal Jamaa’ah, juga kitab Al–Difa’ ‘An Al-Wathan Min Ahammi Al-Wâjibâti ‘Alâ Kulli Wâhidin Minnâ (Membela tanah air: Sebagian diantara kewajiban setiap individu), Kitab karya asli Agus HM. Sa’id Ridhwan, salah satu dzuriyyah Pondok Pesantren Lirboyo dan kajian-kajian Aswaja yang lainnya dengan metode tematik.

Hadir dalam pembukaan pengajian, Wakil MDS RJA Kota Tasikmalaya Kyai Muda Husni Mubarok, Sekretaris RJA Ajengan Ahmad Mustofa, Sekretaris Ansor Husna Mustofa bersama jajaran pengurus dan para santri-santri dari beberapa pondok pesantren. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: