Selamat Hari Pahlawan, Jasa dan Pengorbananmu akan terus dikenang. Berkarya dalam mengisi Kemerdekaan ini sebagai wujud syukur akan membuat para Pahlawan bangga !!

Mencerahkan

& Menggerakan

banner 728x90

Peran Santri dalam Membangun NKRI

Pejabat Daerah dan Wilayah serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bapak KH Ma’ruf Amin, Ketum Tanfhidiyah KH Said Aqil Siroj bersama Sekjen H. A Helmy Faishal Zaini menghadiri HSN, 22 Oktober 2018 di Lapang Dadaha Kota Tasikmalaya.

nahdloh.com~ Tasikmalaya, 22 Oktober merupakan tonggak sejarahnya para Ulama, Kyai dan Santri yang pada saat itu bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan IndonesiaI. Ini membuktikan peran santri dalam kemajuan, bahkan terlepasnya Indonesia dari penjajahan tidak lain dari perjuangan tokoh Agama Islam.

Hari Santri Nasional (HSN) telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) Tahun 2015. Pelaksanaan HSN tahun 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Dadaha Tasikmalaya pekan lalu terlihat sangat spesial. Karena dihadiri oleh ribuan santri dan tokoh ulama, pejabat daerah dan wilayah serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bapak KH Ma’ruf Amin, Ketum Tanfhidiyah KH Said Aqil Siroj bersama Sekjen H. A Helmy Faishal Zaini.

KH Said Aqil Siroj mengatakan pada saat sambutannya dihadapan tamu dan para santri, “Istilah santri tidak ada di komunitas belahan negeri di dunia, istilah santri hanya ada di bumi Nusantara. Santri berasal dari kata cantik yang berarti begawan atau resi. Berkaitan dengan referentasi perilaku serta praktek-praktek ritual dalam beragama. Inilah ke-khasan Islam Nuantara yang merupakan kekayaan monumental bagi kemajuan peradaban. Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang mengumandangkan 22 Oktober di hadapan konsul-konsul NU seluruh Jawa dan Madura di jalan bubutan 6/2 Surabaya. Mari kita mengenang seorang pahlawan syahid dari Tasikmalaya KH Zainul Mustofa yang dipenggal oleh Jepang pada tahun 1944, Alfatihah! … “

Pak Kyai Juga mengatakan, peristiwa terbunuhnya Jendral Mallaby tidak lain dari peristiwa heroik santri pada saat itu. “Tanpa Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU), tanpa pidato Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari itu, maja tidak pernah ada peristiwa heroik perlawanan rakyat 10 November di Surabaya. Bahkan yang membom komandan NICA Brigjen Mallaby bukan TNI tapi santri Tebuireng namanya Harun. Harun pun ikut syahid karena tidak lari menyaksikan bom dikira mercon”.

Kaum santri jaman sekarang jangan sampai tertipu daya oleh oknum yang mengatas namakan agama, padahal untuk kepentingannya sama sekali jauh dari ruh keagamaan. karena santri sekarang adalah kunci perubahan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang.

oleh: Azis HM

(Santri)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: