Sungguh Terdapat Suri Tauladan dalam Diri Rasulalloh SAW
banner 728x90

Ini Penjelasan Kang Said Kenapa Warga NU Jangan Ikut-Ikutan Soal Ahok

JAKARTA,- Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, MA menjelaskan kenapa PBNU melarang warga Nahdlyin dan organisasi dibawahnya melarang ikut-ikutan bereaksi soal pernyataan Ahok.

Pasalnya, persoalan sudah semakin liar dan tak terkontrol karena bukan lagi persoalan Pilgub DKI tetapi ada target lebih besar dan rumit untuk menggoncang stabilitas Nasional dan kerukunan umat beragama.

“Radikalisme atas nama Agama sudah menemukan momentumnya. Kasus Ahok menjadi titik awal pembuka menggoyang stabilitas Nasional dan kerukunan umat beragama. Itu tujuan mereka,” kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, biarlah hukum yang menyelesaikan kasus Ahok karena negara ini Negara Hukum, negara yang dibentuk atas kesepakatan kebhinekaan. Untuk itu, warga Nahdlyin dan Banom NU dilarang ikut-ikutan karena lengah sedikit pun susupan kelompok radikal sudah membawa isu-isu yang membahayakan keutuhan NKRI.

“Target utama mereka bukan Ahok. Terlalu kecil..! Ahok hanya entry point dalam menghancurkan Islam moderat di Indonesia. Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluh-lantakkan negara-negara Timur Tengah,” ujarnya.

BACA JUGA:

Kiai Said pun meminta warga Nahdlyin cerdas menangkap isu-isu, tidak mudah terprovokasi karena media informasi begitu gencar yang tanpa lagi memerhatikan kaidah-kaidah Jurnalistik.

“Maka, Warga NU saya larang, GP Ansor saya larang, Pemuda-pemuda NU, Mahasiswa NU, PMII saya larang. Jangan ada yang ikut-ikutan, apalagi turun ke jalan. Jangan sedikitpun takut dibenci, takutlah melihat saudara-saudara kita yang awalnya ramah tapi sekarang berubah menjadi pembenci dengan mudah,” tutur Kiai Said. (JN)***

banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: