Tahun Politik, Tetap Jaga Ukhuwah!!
banner 728x90

“NU Sekarang berbeda..”, Maaf anda NU?

nahdloh.com

Sepertinya penting saya mengisahkan ini, karena banyak kejadian seperti yang saya alami.

Sambil mengingat kembali amanah orang tua, “Jangan menyalahkan NU, salahkanlah ketidakfahamanmu sendiri!”

Suatu hari saya berbincang dengan seseorang murid dari orang tua saya, yang mempertanyakan keaktifan saya di NU.
berikut perbicangannya:

AK : Mas Bubung, kalau bisa, tidak usah aktif di NU, sayang mas. Soalnya, banyak yang bicara, Mas Bubung terlalu pol polan di NU
KU : Sebentar! loh, kenapa tidak boleh aktif di NU?
AK : Ya, sayang saja mas..
KU : Apa mas dari NU?
AK : Wess..tentu saja, seketurunan NU semua
KU : Terus, kenapa jadi jelek sama NU?
AK : Mas mesti ingat perjuangan orang tua mas dahulu, NU sekarang kan sudah berbeda…
KU : Mohon maaf sekali mas!. Saya aktif di NU, justru karena orang tua. Beliau pernah mengatakan pada saya “Ingat! tidak boleh menyimpang dari perjalanan orang tua (berNU), lanjutkan perjuangan Ayah di NU, kalau tidak mengerti tanyakan! Jangan mendefinisikan sendiri!. Tanyakan pada yang kompeten (Pengurus NU yang faham). Karena, banyak juga yang jadi pengurus NU belum memahaminya. Jika bertanya pada yang gak faham, bisa jadi hanya menafsirkan sendiri, kemungkinan bisa salah dan mensalahkannya. NU itu jam’iyah, tidak mungkin NU berargumen seenaknya, tapi semua kebijakaanya untuk jam’iyah, saat ini, esok atau lusa nanti. Maka (yang mengaku NU), mesti faham, tidak menutup kemungkinan esok lusa banyak yang benci sama rumahnya sendiri karena ketidak fahaman. Jadi, musuh kita itu ketidakmengertian atau kebodohan”.
Pendiri dan penggerak NU itu bukan orang-orang sembarang, tapi orang cerdas, keturunannya jelas ahli ilmu, bahkan mereka para keturunan pengaran kitab-kitab kuning yang dikaji pada setiap pesantren.

KU: Terus, menurut mas, yang membedakan NU sekarang apa? (seketika terdiam…kelihatan antara bingung dan kesal)
AK : Iya jadi teringat mas Bubung, saya cuma banyak dengar dari orang lain dan yang berbicara jelek terhadap NU
KU : Tidak apa-apa mas, nanti juga malu sendiri. Barangkali mereka tidak tahu, saya yakin seandainya faham NU, mereka tidak akan menjelekannya. Jadi, buat saya, yang menjelekan NU itu mereka tidak tahu pada prinsif NU meski orang itu ngaku NU.
AK : Ia betul mas. Alhamdulillah sekarang tenang, saya merasa tergugah lagi… Terimakasih ya mas.
KU : Sama-sama mas, mohon maaf saya lancang, jika ada yang salah, saya minta dikoreksi.
AK : Tidak.. alhamdulillah, penjelasannya sangat mencerahkan. Jadi ingat orang tua mas. Nanti, isi pengajian Rajab di madrasah saya, jangan lupa. Berapa no HPnya mas?
—-selesai—-

I love U NU
(Ketua MDS Rijalul Ansor Kota Tasikmalaya)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: