Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan Nasional, Semoga NKRI Senantiasa dalam Lindungan Allah SWT
banner 728x90

Mukaddimah Qanun Azasi

Nahdloh.com 

أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ اْلإِجْتِمَاعَ وَالتَّعَاوُنَ وَاْلإِتِّحَادَ وَالتَّآلُّفَ هُوَاْلأَمْرُ الَّذِي لَايَجْهَلُ أَحَدٌ مَنْفَعَتَهُ، كَيْفَ وَقَدْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “يَدُ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ، فَإِذَا شَذَّ الشَّاذُّ مِنْهُمْ اِخْتَطَفَتْهُ الشَّيَاطِيْنُ كَمَا يَخْتَطِفُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ”، ذَكَرَهُ الْحَافِظُ السُّيُوْطِيُّ.

Amma Ba’du. Sesungguhnya pertemuan dan saling mengenal persatuan dan kekompakan adalah merupakan hal yang tidak seorangpun tidak mengetahui manfaatnya. Betapa tidak. Rasulullah SAW benar-benar telah bersabda yang artinya: “Pertolongan Allah bersama jama’ah. Apabila diantara jama’ah itu ada yang mengasingkan diri, maka syaitan pun akan menerkamnya seperti halnya serigala menerkam kambing.”

وَمِنَ الْمَعْلـُوْمِ اَنَّ النَّاسَ لاَبُدَّ لَهُمْ مِنَ اْلاِجْتِمَاعِ وَالْمُخَالَطَةِ ِلأَنَّ الْفَرْدَ الْوَاحِدَ لاَيُمْكِنُ اَنْ يَسْتَقِلَّ بِجَمِيْعِ حَاجَاتِهِ، فَهُوَ مُضْظَرٌّ بِحُكْمِ الضَّرُوْرَة اِلَى اْلاِجْتِمَاعِ الَّذِيْ يَجْلِبُ اِلَى اُمَّتِهِ الْخَيْرَ وَيَدْفَعُ عَنْهَا الشَّرَّ وَالضَّيْرَ. فَاْلإِتِّحَادُ وَارْتِبَاطُ الْقُلُوْبِ بِبَعْضِهَا وَتَضَافُرُهَا عَلَى اَمْرِ وَاحِدٍ وَاجْتِمَاعُهَا عَلَى كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ مِنْ أَهَمِّ اَسْبَابِ السَعَادَةِ وَاَقْوَى دَوَاعِى الْمَحَبَّةِ وَاْلمَوَدَّةِ. وَكَمْ ِبهِ عُمِّرَتِ البِلاَدُ وَسَادَتِ الْعِبَادُ وَانْتَشَرَ الْعِمْرَانُ وَتَقَدَّمَتِ اْلاَوْطَانُ وَاُسِّسَتِ الْمَمَالِكُ وسُهِّلَتِ المسَاَلِكُ وَكَثُرَ التَّوَاصُلُ اِلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ فَوَائِدِ اْلاِتِّحَادِ الَّذِيْ هُوَ اَعْظَمُ الْفَضَائِلِ وَأَمْتَنُ اْلاَسْبَابِ وَالْوَسَائِلِ.

Seperti dimaklumi, manusia tidak dapat tidak bermasyarakat, bercampur dengan yang lain; sebab seseorang tak mungkin sendirian memenuhi segala kebutuhan-kebutuhannya. Dia mau tidak mau dipaksa bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi umatnya dan menolak keburukan dan ancaman bahaya daripadanya. Karena itu, persatuan, ikatan batin satu dengan yang lain, saling bantu menangani satu perkara dan seia-sekata adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.

كُوْنُوْا جَمِيْعًا يَا بُنَيَّ اِذَا عَرَا * خَطْبٌ وَلاَ تَتَفَرَّقُوْا أَحَادًا

. تَأْبىَ الْقِدَاحُ اِذَاجْتَمَعْنَ تَكَسُّرًا * وَاِذَا افْتَرَقْنَ تَكَسَّرَتْ أَفْرَادًا

‘Berhimpunlah anak-anakku bila Kegentingan datang melanda Jangan bercerai-berai sendiri-sendiri Cawan-cawan enggan pecah bila bersama Ketika bercerai satu-satu pecah berderai.”

وَقَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ: اِنَّ اللهَ لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا بِالْفِرْقَةِ خَيْرًا لاَ مِنَ اْلأَوَّلِيْنَ وَلاَ مِنَ اْلأَخِرِيْنَ

Sayyidina Ali karramallau wajhah berkata: “Dengan perpecahan tak ada satu kebaikan dikaruniakan Allah kepada seseorang, baik dari orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang belakangan.”

وَقَدْ اَفْصَحَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ “انَّ اْلحَقَّ يَضْعُفُ بِاْلإِخْتِلاَفِ وَاْلإِفْتِرَاقِ وَاَنَّ اْلبَاطِلَ قَدْ يَقْوى بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِتِّفَاقِ

Sahabat Ali karramallahu wajhah berkata dengan fasihnya: “Kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan, sebaliknya kebatilan dapat menjadi kuat dengan persatuan dan kekompakan.”

وَصَارُوْا كَمَا قِيْلَ: غَنَمَا مُتَبَدِّدَةً فِيْ صَحْرَاءً. قَدْأَحَاطَتْ بِهَا اَنْوَاعُ السِّبَاعِ، فَبَقَاءُهَا مُدَّةً سَالِمَةً، إِمَّا لأَنَّ السِبَاعَ لمَ ْيَصِلْ اِلَيْهَا، وَلاَبُدَّ مِنْ اَنْ يَصِلَ اِلَيْهَا يَوْمًامَا، وَإِمَّا لأَنَّ السِّبَاعَ أَدَّتْهُ اَلْمُزَاحَمَةُ ِالىَ الِقتَالِ بَيْنَهَا، فَيَغْلِبُ فَرِيْقٌ فَرِيْقًا، فَيَصِيْرُ الْغَالِبُ غَاصِبًا وَالْمَغْلُوْبُ سَارِقًا، فَتَقَعُ الْغَنَمُ بَيْنَ غَاصِبٍ وَسَارِقٍ. فاَلتَّفَرُّقُ سَبَبُ الضُّعْفِ وَالخْذْلاَنِ. وَالْفَشْلِ فِيْ جمَيْعِ اْلأَزْمَانِ. بَلْ هُوَ مَجْلَبَةُ الْفَسَادِ وَمَطِيَّةُ الْكَسَادِ وَدَاعِيَةُ الْخَرَابِ وَالدِّمَارِ. وَدَاهِيَةُ اْلعَارِ وَالشَّتَّارِ.

Mereka telah menjadi seperti kata orang: “Kambing-kambing yang berpencaran di padang terbuka. Berbagai binatang buas telah mengepungnya. Kalau sementara mereka selamat, mungkin karena binatang buas belum sampai kepada mereka (dan pasti suatu saat akan sampai kepada mereka) atau karena saling berebut, telah menyebabkan binatang-binatang buas itu saling berkelahi sendiri antara mereka. Lalu sebagian mengalahkan yang lain. Dan yang menangpun akan menjadi perampas dan yang kalah menjadi pencuri. Si kambingpun jatuh antara si perampas dan si pencuri.

فَيَا أَيُّهَا الْعُلَمَاءُ وَالسَّادَةُ اْلأَتْقِيَاءُ مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، أَهْلِ مَذَاهِبِ اْلأَئِمَّةِ اْلأَرْبَعَةِ، أَنْتُمْ قَدْ أَخَذْتُمُ الْعُلُوْمَ مِمَّنْ قَبْلَكُمْ، وَمَنْ قَبْلَكُمْ مِمَّنْ قَبْلَهُ بِاتِّصَالِ السَّنَدِ إِلَيْكُمْ، وَتَنْظُرُوْنَ عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ، فَأَنْتُمْ خَزَنَتُهَا وَأَبْوَابُهَا، وَلَا تُؤْتُوْا الْبُيُوْتَ إِلَّا مِنْ أَبْوَابِهَا، فَمَنْ أَتَاهَا مِنْ غَيْرِ أَبْوَابِهَا سُمِّيَ سَارِقًا، وَإِنَّ قَوْمًا قَدْ خَاضُوْا بِحَارَ الْفِتَنِ، وَأَخَذُوْا بِالْبِدَعِ دُوْنَ السُّنَنِ، وَأَرَزَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُحِقُّوْنَ أَكْثَرُهُمْ، وَتَشَدَّقَ الْمُبْتَدِعُوْنَ السَّارِقُوْنَ كُلُّهُمْ

Wahai ulama dan para pemimpin yang bertaqwa di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah dan keluarga madzhab imam empat; Anda sekalian telah menimba ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum anda, orang-orang sebelum anda menimba dari orang-orang sebelum mereka, dengan jalan sanad yang bersambung sampai kepada anda sekalian, dan anda sekalian selalu meneliti dari siapa anda menimba ilmu agama anda itu. Maka dengan demikian, anda sekalian adalah penjaga-penjaga ilmu dan pintu gerbang ilmu-ilmu itu. Rumah-rumah tidak dimasuki kecuali dari pintu-pintu. Siapa yang memasukinya tidak melalui pintunya, disebut pencuri. Sementara itu segolongan orang yang terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang mukmin yang benar hanya terpaku

وَأَنْتُمُ الْعُدُوْلُ الَّذِيْنَ يَنْفُوْنَ انْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ وَتَحْرِيْفَ الْغَالِبِيْنَ بِحُجَّةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الَّتِي جَعَلَهَا عَلَى لِسَانِ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ. وَأَنْتُمُ الطَّائِفَةُ الَّتِي فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَاتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ، لَايَضُرُّهُمْ مَنْ نَاوَأهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ.

Anda sekalian adalah orang-orang yang lurus yang dapat menghilangkan kepalsuan ahli kebathilan, penafsiran orang yang bodoh dan penyelewengan orang-orang yang over acting; dengan hujjah Allah, Tuhan semesta alam, yang diwujudkan melalui lisan orang yang ia kehendaki. Dan anda sekalian kelompok yang disebut dalam sabda Rasulullah SAW: “Ada sekelompok dari umatku yang tak pernah bergeser selalu berdiri tegak diatas kebenaran, tak dapat dicederai oleh orang yang melawan mereka, hingga datang putusan Allah.”

فَهَلُمُّوْا كُلُّكُمْ وَمَنْ تَبِعَكُمْ جَمِيْعًا مِنَ الْفُقَرَاءِ وَاْلأَغْنِيَاءِ، وَالضُّعَفَاءِ وَاْلأَقْوِيَاءِ، إِلَى هَذِهِ الْجَمْعِيَّةِ الْمُبَارَكَةِ الْمَوْسُوْمَةِ بِجَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ، وَادْخُلُوْهَا بِالْمَحَبَّةِ وَالْوِدَادِ، وَالْأُلْفَةِ وَاْلإِتِّحَادِ، وَاْلإِتِّصَالِ بِأَرْوَاٍح وَأَجْسَادٍ، فَإِنَّهَا جَمْعِيَّةُ عَدْلٍ وَأَمْنٍ، وَإِصْلَاحٍ وَإِحْسَانٍ، وَإِنَّهَا حَلْوَةٌ بِأَفْوَاهِ اْلأَخْيَارِ، غُصَّةٌ عَلَى غَلَاصِمِ اْلأَشْرَارِ، وَعَلَيْكُمْ بِالتَّنَاصُحِ فِي ذَلِكَ، وَحُسْنِ التَّعَاوُنِ عَلَى مَا هُنَالِكَ، بِمَوْعِظَةٍ شَافِيَةٍ، وَدَعْوَةٍ مُتَلَافِيَةٍ، وَحُجَّةٍ قَاضِيَةٍ، وَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ لِتَنْقَمِعَ الْبِدَعُ عَنْ أَهْلِ الْمَدَرِ وَالْحَجَرِ.

Marilah anda semua dan segenap pengikut anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama “Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” ini. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga. Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni. Ia manis terasa di mulut orang-orang yang baik dan bengkal di tenggorokan orang-orang yang tidak baik. Dalam hal ini hendaklah anda sekalian saling mengingatkan dengan kerjasama yang baik, dengan petunjuk yang memuaskan dan ajakan memikat serta hujjah yang tak terbantah.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الْفِتَنُ وَالْبِدَعُ وَسُبَّ أَصْحَابِي فَلْيُظْهِرِ الْعَالِمُ عِلْمَهُ، فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ، أَخْرَجَهُ الْخَطِيْبُ الْبَغْدَادِي فيِ الْجَامِعِ.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.”

Aswaja Center Tasikmalaya
Tags: , , , ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan