Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan Nasional, Semoga NKRI Senantiasa dalam Lindungan Allah SWT
banner 728x90

Merdeka dengan Kaderisasi, Gerakan Sosial dan Seni Shalawat

Nahdloh.com

Kaderisasi
Kuatnya sebuah organisasi diperlukan mainplan dalam menyiapkan dan membentuk generasi-generasi selanjutnya. Karena, Kaderisasi merupakan jantung pergerakan dari sebuah organisasi, sehingga recruitmennya pun dilakukan secara random dan tanpa batas.

Keberhasilan suatu organisasi bisa dilihat barometernya dari kesuksesan dalam proses kaderisasi. Lahirnya kader-kader hebat yang memiliki kompetensi dan kapabilitas yang kuat, serta loyalitas yang tinggi terhadap organisasinya, adalah indikator dari keberlanjutan suatu organisasi.

Seperti halnya yang sedang dilakukan oleh GP Ansor Kota Tasikmalaya, meskipun disibukan dengan berbagai agenda, baik yang sudah tersusun ataupun bersifat insidential dan instruksional, tetap kaderisasi Ansor-Banser terus berjalan. Terakhir kali PKD ke 29 dilangsungkan pada tanggal 12-13 Agustus di PAC Tamansari berbarengan dengan Penguatan Keaswajaan di PAC Kawalu, disusul Diklatsar angkatan ke III bertempat di Nagarakasih Kec. Cibeureum mulai tanggal 18-20 Agustus 2017.

Dalam proses kaderisasi tersebut, setidaknya Ansor telah menerapkan metode Directing (mengarahkan), Actuating (menggerakan), leading (Membimbing), commanding (mengomando) dan motivating (mendorong) untuk membentuk kader-kader penerus NU lewat Gerakan Pemuda Ansor. Setidaknya jika sistem kaderisasi berjalan dengan baik, toh tidak perlu ada yang ditakutkan dengan eksistensi organisasi. Apalagi tugas mulia menati Ansor-Banser untuk membela Agama, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan Sosial
Gerakan sosial merupakan tindakan atau agitasi  yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat yang  terencana dan ditujukan pada suatu perubahan atau sebagai gerakan perlawanan untuk melestarikan yang ada nilai-nilai pada masyarakat.

Disamping ikut serta dalam pembangunan suatu bangsa, juga diimbangi dengan sikap kritis terhadap tindakan dan kebijakan yang mengakibatkan kegaduhan di masyarakat. Masih banyak yang harus dibenahi pemerintah, sehingga dua sikap yang memungkinan dilakukan, pertama, menopang dan mendukung program Pemerintah yang pro rakyat dengan orientasi kemaslahatan, sehingga Pemerintah merasakan motivasi dan pro aktif masyakarat dalam pembangunan. Kedua, kritis dan mengontrol kebijakan, jangan sampai Pemerintah offside dalam mengatur sesuatu yang tidak dikuasainya.

Selama ini Ansor makin terlihat eksistensinya, mulai dari pangkal sampai ujung, garis komando yang jelas dan tegas memudahkan Ansor untuk menjalankan tugasnya.

Beberapa bulan ke belakang, bahkan sampai saat ini dunia pendidikan kita dihebohkan dengan lahirnya Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari sekolah. Walaupun Presiden sempat minta ditunda, tetap saja Permen tersebut masih jadi bola liar, bahkan sekolah di bawah Dinas Pendidikan telah menerapkan FDS. Tentu hal tersebut menimbulkan gejolak di masyarakat, terlebih yang kental dengan pendidikan agama di luar sekolah. Akibatnya, bermunculanlah aksi-aksi penolakan FDS dari NU, FKDT, BKPRMI, IMG, FPP, PGM terutama penolakan dari Kalangan Pesantren.

Dimanakah Ansor? Sejauh ini, Ansor lantang menyuarakan keadilan dan kesetaraan. Bukan hanya masalah keagamaan dan kebangsaan yang getol disuarakan, bahkan lebih menyentuh pada sisi kemanusiaan, walaupun terkadang harus siap melawan arus ketidak pahaman. Jelas, sebelum ramai aksi turun ke jalan, Ansor sudah lantang menyuarakan penolakan terhadap FDS, terlebih yang kita dengar hanya suara NU yang rajin melobi Pemerintah pusat agar Permen tersebut dibatalkan dengan berbagai pertimbangan. Pun ketika aksi, Ansor bergerak dan menjalin komunikasi dengan berbagai pesantren dan elemen masyarakat yang tidak berkenan dengan hadirnya kebijakan FDS. Bahkan, Ansor jadi korlap aksi penolakan tersebut.

Tidak hanya itu, Ansor Kota Tasikmakaya saat itu sudah benar-benar menjadi penggerak di masyarakat. Terbukti, moment penting seperti HUT RI 72, kader-kader Ansor selalu di depan. Bukan hanya sekedar ikut seremonial, tapi terjun langsung ke masyarakat, mulai dari persiapan acara, pengajian ataupun yang bersifat hiburan permainan masyarakat.

Seni Shalawat 
Lewat lantunan dan pementasan seni sebagai media dakwah, Islam telah berhasil menerobos batas-batas geografis dan berbagai lapisan nilai-nilai kultural yang ada di Indonesia dengan penuh kedamaian. Islam dapat masuk melintasi multireligius lama yang dianut oleh mayoritas penduduk tanpa gejolak atau konflik yang berarti, bahkan tanpa adanya perlawanan dan kekerasan.

Itulah yang sedang dilakukan oleh MDS Rijalul Ansor Kota Tasikmalaya. Kiai Muda Ansor ini menggunakan pendekatan seni, terutama seni shalawat. Tentu, hal tersebut mengikuti jejak salah satu strategi dakwah dalam penyebaran Islam di Nusantara oleh para muballigh yang lebih dikenal dengan Wali Songo. Hal ini jadi indikasi bahwa eksistensi seni Islam sudah berkembang sejak saat itu.

Ansor Bershalawat di Kota Tasikmalaya yang bertemakan "Anugrah Alam, Anugrah Shalawat", telah dilangsungkan di tiga Kecamatan yang berbeda, terakhir di Kecamatan Cihideung pada tanggal 20 Agustus 2017 sekaligus Tasyakur kemerdekaan RI 72. Kegiatan seperti ini merupakan akulturasi nilai-nilai seni tradisional dan modern Islami yang menjadi pondasi tumbuh kembangnya berbagai kearifan lokal saat ini. Potensi seni berdakwah dapat dikembangkan lebih luas, terutama dalam upaya transformasi nilai-nilai religius untuk memberikan pencerahan serta perubahan prilaku ke arah yang lebih bijaksana.

Ansor Kota Tasikmalaya bershalawat yang berbaur dengan masyarakat tersebut, tiada lain dalam upaya mengembangkan Islam yang lebih inklusif. Karena masih saja ada masyarakat Islam yang masih mempertahankan pandangan eksklusifnya. Ekslusifme perlu dihindari, agar tidak terjadi gesekan, perpecahan, saling curiga dan radikal, jangan sampai terulang kembali "Pesantren" melakukan pembakaran bendera negaranya sendiri menjelang HUT RI 72. Merdeka!!

(cp)

Tags: ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan