Tahun Politik, Tetap Jaga Ukhuwah!!
banner 728x90

Mengenang Sosok Almagfurlah KH. Endin Saepudin

Nahdloh.com~Tasikmalaya, Berpulangnya Pimpinan Pondok Pesantren Manarul Huda, Kampung Sukasirna Sukarame Kabupaten Tasikmalaya, KH Endin Saepudin meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga, sanak saudara, kerabat dan para santri.

Bukan sekedar Ulama besar, H Endin Saefuddin juga orang tua yang senantiasa memberikan motivasi bagi siapa saja untuk maju dalam mengarungi kehidupan. Almarhum seorang ulama yang dijadikan contoh oleh masyarakat selain keluarga dan para santri.

Seperti halnya yang disampaikan salah seorang muridnya Acep Zoni Saeful Mubarok. Dia mengatakan “Kedalaman ilmunya nampak saat mensyarahkan Kitab Ihya Ulum ad-Din Karya Imam Al-Ghazali di setiap pengajian mingguan. Lama bergaul dengan beliau dari semenjak menjadi Ketua PD DMI Kabupaten Tasikmalaya Periode ke dua dan ketiga. Banyak sekali nasehat dan ilmu yang sering beliau sampaikan. Seolah ilmunya bagaikan lautan dalam yang tak bertepi. Kadang serius, kadang pula memunculkan kerenyahan dalam gurauannya”.

Acep juga mengenang selama bersama, dia terkadang berbagi tugas mengisi pengajian karena perintah Almarhum.

“Saya seringkali ditugaskan mewakilinya untuk mengisi pengajian atau menghadiri kegiatan-kegiatan DMI. Wahai guruku, terimakasih atas ilmu dan bimbinganmu, insya Allah engkau saat ini sedang menikmati anugerah-Nya dari semua amal usahamu”. Kesan Staf PAKIS Kemenag Kota Tasik ini.

Keponakan Almarhum, Edi Muhammad (37) menuturkan, KH Endin Saepudin wafat di usia 67 tahun. Kiai menderita penyakit liver, Almarhum sering mengeluh sakit, akan tetapi beliau suka memaksakan diri menghadiri pengajian dan berdakwah.

Pun kesan dari Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam bahwa “KH Endin adalah seorang Kiai yang betul-betul memperjuangkan dan mempelajari ajaran Islam untuk kemanfaatan seluruh umat” .

KH. Endin Saepudin wafat di Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya, Kamis (30/3) sekitar pukul 09.00. Wib. Almarhum yang dikebumikan di Kompleks Ponpes Manarul Huda meninggalkan lima orang anak, dua perempuan dan tiga laki-laki. Allohummagfir lahu warhamhu wa’afihi wa`fu ‘anhu.. Aamiin. (cp)

Tags: , , ,
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: