Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Dirgahayu Indonesia
banner 728x90

Kota Tasik Pasca Tragedi Mako Brimob & Geraja Surabaya

ilustrasi penangkapan teroris di Kota Tasikmalaya

nahdloh.com~Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya yang dikenal dengan kota santri kini menjadi berat memikulnya, setelah beberapa waktu lalu terjadi penggeledahan terduga teroris oleh kepolisian.

Santri diajarkan hidup beragama untuk kemaslahatan bersama, hidup merangkul bukan memukul, tidak seperti yang diajarakan para kaum Radikal dengan pemahaman Agama yang salah.

Kota kecil dengan jumlah 10 Kecamatan mempunyai keuntungan tersendiri dalam pengelolaan kedaerahnya di bandingkan dengan kota / kabupaten lain yang lebih banyak jumlah wilayahnya .

Secara logika sederhana akan memudahkan dalam pengelolaannya, tetapi tidak kemudian begitu saja dengan mudah apabila Suprastruktur serta mental beragama tidak di bangun dengan baik.

Seperti kita ketahui, Pasca Tragedi Mako Brimob & Gereja Surabaya, sudah 2 kali dilakukan Penggeledahan Tempat Terduga teroris di beberapa tempat oleh densus 88.

Dan penangkapan Empat orang asal kota Tasikmalaya di Bekasi ketika terjadi Kerusuhan di Mako Brimob.

Penggeledahan dan Penangkapan empat orang tersebut bertempat di Kecamatan bungursari, Mangkubumi, Kawalu dan Tamansari.

Empat kecamatan ini secara teritorial adalah wilayah kecamatan perbatasan, kecamatan paling ujung. Yang dimana tipoligi masyarakatnya masih kental dengan kehidupan sosial keagamaan.

Tidak menutup kemungkinan setelah kecamatan perbatasan maka akan mulai merambah ke kecamatan di pusat kota, strategi yang mereka lakukan adalah desa kepung kota.

Ini akan sangat menghambat pencapaian tujuan kota Tasikmalaya, ketika Kota Tasikmalaya di cap sebagai kota yang tidak aman,

Tatakelola kota, sektor ekonomi, sektor sosial, kota Tasikmalaya sedikit demi sedikit akan terhambat.

Karena dengan ini pemerintah Kota Tasikmalaya harus cepat tanggap, karena tidak bisa hanya di lakukan oleh Aparat keamanan saja, di perlukan pencabutan Ideologi Radikal & terorisme serta Edukasi pemahamanan keagaman yang moderat, mengedepankan Ramah bukan Marah, Merangkul bukan Memukul.

oleh : Ricky Assegaf 

Tags: ,
banner 468x60 banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: