Kirab Satu Negeri, #KitaIniSama Bela Agama, Bangsa Negeri!!
banner 728x90

Ketidakwarasan Eyang di Arena Konferensi Cabang (KONFERCAB)

nahdloh.com~ Bandar Lampung, Demokrasi tertinggi Pengurus Cabang PMII Bandar Lampung di nodai akibat ketidakwarasan si eyang. Intervensi-intervensi nya telah mengugurkan semangat demokrasi mahasiswa-mahasiswa NU yg tergabung di bawah naungan PMII Bandar Lampung.

Beliau Datang ke lokasi Konfercab pada pukul 22.00 WIB, kemudian memanggil Ketua-Ketua Komisariat se – Kota Bandar Lampung dan mengintruksikan untuk yg berada di lokasi hanya 4 orang dari keterwakilan Rayon dan Komisariat. Tidak lama berselang polisi datang dengan menyatakan ada pertikaian, padahal tidak sama sekali adanya pertikaian di arena Konfercab, karena kondisi sedang kondusif dan sidang sedang dalam waktu skorsing. Ini di tenggarai juga adalah upaya si eyang yang memanggil polisi dengan merekayasa informasi. yang Kemudian, tak lama berselang banser pun datang. sudah tentu ini sebuah request dari sang eyang, yang katanya empunya si gedung PWNU tersebut.

Lalu Konfercab berlanjut lagi, dengan ketidakwarasan si eyang intervensi tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Ia mengutus orang untuk mengintervensi forum, dalam hal ini Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Lampung sejak awal pembukaan Konfercab (17/12) tidak ada di lokasi dengan tiba-tiba sudah berada di lokasi.

“SI EYANG SUNGGUH SANGAT LUAR BIASA DALAM MEWUJUDKAN KEPENTINGANNYA”.

Proses persidangan pun terus berlanjut sampai pada Kriteria Calon Ketua. Dan tak lama setelah ditetapkan kriteria muncul 2 kader yang juga Pengurus Cabang sebelumnya dan anehnya ada sosok penting, yaitu Bendahara Umum. yang seharusnya ia melaporkan pertanggungjawaban nya pada saat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) namun tidak ada di sana, tapi muncul pada saat di calon kan.

Ini kenapa? hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagi seluruh Kader dan Alumni PMII Bandar Lampung maupun Lampung pada umumnya yang hadir dan menjadi peserta Konfercab.

Bukan hanya sampai disitu saja, beberapa Kader PMII pun sempat menanyakan perihal maju atau tidak dirinya sebagai calon Ketua Umum dan selalu mengutarakan tidak ada keinginan maju sebagai calon Ketua Umum dikarenakan ia telah menjadi jurnalist di salah satu media swasta yang bertempat di kota Bandar Lampung, Namun terus di paksa untuk maju sebagai Calon Ketua Umum. Ungkapnya.

Yah nampaknya ini merupakan kehendak si eyang..!!

Lalu setelah dinyatakan lulus dalam verifikasi berkas, calon mengemukakan visi dan misi dihadapan pimpinan dan peserta sidang. Kemudian peserta penuh, mulai melakukan pemungutan suara dan dilanjutkan dengan penghitungan.

Dan yahhh. Alhasil seperti apa yg sudah di harapkan. Si mantan Bendahara Umum ini pun mendapatkan suara lebih banyak, dengan selisih satu suara saja dari lawannya akibat intervensi si eyang.

Selamat eyang!
Kamu sungguh luar biasa

Telah merebut kemerdekaan para kader.
Untuk berkontestasi dalam hajat demokrasi cabang.

(shs)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: