Selamat Hari Pahlawan, Jasa dan Pengorbananmu akan terus dikenang. Berkarya dalam mengisi Kemerdekaan ini sebagai wujud syukur akan membuat para Pahlawan bangga !!

Mencerahkan

& Menggerakan

banner 728x90

KELAS MENENGAH SEMAKIN KONSERVATIF?

NAHDLOH.COM

Sekarang terlihat bahwa kemiskinan tidak berhubungan langsung dengan konservatisme, apalagi radikalisme, dalam beragama. Orang miskin lebih mempunyai perhitungan rasional ketika ditawari bergabung ke dalam arus itu. Kalangan yang paling rentan justru adalah kelas menengah. Berbagai survey membenarkan gejala ini. Mengapa hal ini terjadi?

Penyebabnya tentu bermacam-macam. Di era neoliberal sekarang, kelas menengah adalah pihak yang sesungguhnya paling dirugikan. Mereka berada di luar skema jaminan kesejahteraan sosial negara, sehingga nasibnya sangat tergantung pada gelombang pasar yang naik turun mengikuti kurs dolar. Lihat saja kasus kehebohan zonasi pendidikan dan penyalahgunaan SKTM hari-hari terakhir ini. Kelas menengah begitu panik, sehingga menggunakan segala cara untuk menyelematkan diri dan masa depan keluarganya.

Dalam situasi psikologis yang panik tersebut, kelas menengah gampang sekali tertarik oleh bujuk rayu konservatisme, bahkan radikalisme, keagamaan. Mereka mudah terbuai oleh ceramah ustadz atau ustadzah seleb di televisi dan media sosial, meski konten ceramahnya tidak substansial. Bagi mereka, agama adalah paracetamol 500 mg yang diharapkan bisa manjur mengobati sakit kepala karena tekanan keinginan untuk naik kelas atau takut jatuh miskin.

Dalam konteks politik Indonesia sekarang, kelas menengah ini pula yang membenci Jokowi setengah mati. Bagi mereka, sosok ini dari segi fisik saja dianggap tidak meyakinkan, lalu diyakini membuat hidup mereka semakin susah. Sebagai gantinya mereka mengembangkan mimpi tentang pemimpin-pemimpin hebat dari negeri antah berantah, tidak peduli lagi apakah mimpi itu masuk akal atau tidak. Sebagian mereka memang terpelajar, tetapi sudah tidak membaca buku serius lagi sejak lulus sekolah puluhan tahun silam.

Amin Muzakir

(Peneliti LIPI)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: