Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Kalimah Tahlil, Gus Abbas: Muliakan dengan Dilafalkan!

nahdloh.com~Tasikmalaya, Ditengah besarnya badai fitnah yang menimpa Nahdlatul Ulama, KH. Muhammad Abbas atau yang dikenal Gus Abbas, meminta jangan kuatir, dan mengingatkan untuk selalu bersabar dan memaafkan.

“NU selalu memaafkan, meski diserang atau digebukin. Mau difitnah, dibully, dijelek-jelekan, termasuk oleh mereka yg tidak suka dengan tahlilan. Gak usah kuatir, yang suka bid’ah-bid’ahkan tahlilan beri Berkat saja.” Tutur Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon itu.

Penggalan kata tersebut disampaikan kepada jamaah pengajian, Sabtu Malam (5/1). yang memadati Ponpes Bahrul Ulum KH. Busthomi Mabna Takhosus Al-Mursyidi AL-Fauziyah, Awipari, Kota Tasikmalaya, pimpinan KH. Ahmad Munawwar Hidayatullah, dalam acara PHBI 1440 H., Silaturahmi Alumni Hanifa ke IX, Tafarukan pengajuan intensif dan Tabarukan Khotaman Shahih Bukhari.

Gus Abbas juga mempertanyakan kelompok-kelompok yang menganggap NU anti terhadap kalimat tauhid.

“Nah yang bela tahlil siapa? ingat ya, baca Tahlil itu, ya Tahlilan, baca Yasin ya Yasinan, ada Haul yang dibaca kalimat tauhid, ya Haulan. berarti yang paling memuliakan kalimat tauhid siapa? itu NU.” Tegas Gus Abbas.

Mengagungkan kalimat tahlil jangan dengan nafsu, tapi dengan ilmu. Ulama yang mengagungkan lailahaillalloh bukan dengan ditulis-tulis, tapi dengan diucapkan, bukan dituliskan di kaos. Beliau menyayangkan, jika keinjek, masuk WC banyak najisnya gimana?

“Diucapkan diharam-haram, dibid’ah bid’ahkan, tapi ditulis-tulis ya katanya mengagungkan boleh, ini gmna?” Gus Abbas balik mempertanyakan.

Gus Abbas menjelaskan, Kalimat tauhid milik umat Islam, tapi kalau sudah ditulis-tulis dengan tulisan sekarang sudah jadi lambang. Bahkan, menurutnya, Takbir milik umat islam, tapi kalau sudah nempel di bendera, itu sudah jadi lambang, seperti negara Irak. kalau ditulis dibendera warna hijau ada pedangnya, jadi lambang itu milik Arab Saudi.

“Di negara lain bendera lambang tertentu, ya ditangkap, meski dituliskan kalimat tauhid. di Indonesia ngibar-ngibar biasa saja, itu super Islami. Jangan dikit-dikit anti Islam, kriminalisasi ulama.” Imbau Beliau.

Dalam silaturahminya ke Ponpes tersebut, Gus Abbas dengan pengawalan ketat Banser, menyempatkan diri menziarahi makam para pendiri Ponpes Bahrul Ulum KH. Busthomi.

Acara yang berlangsung sampai larut malam berjalan lancar. Disamping Gus Abbas yang mengisi Tausiyah, panitia juga menghadirkan pimpinan Aswaja Center Tasikmalaya, Ajengan Yayan Bunyamin. Hadir Ketua PCNU, Ansor-Banser, Para Pimpinan Pondok Pesantren, Jajaran Pengurus Ansor-Banser, Muspika Cibeureum,Tokoh, santri dan masyarakat. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About