banner 728x90

Kaleidoskop Dunia: Berbagai Peristiwa yang Diabaikan Mainstream Media Sepanjang 2016

Kaleidoskop Dunia: Berbagai Peristiwa yang Diabaikan Mainstream Media Sepanjang 2016

Sebelum dibebaskan, kota Aleppo di Suriah terbelah antara daerah yang masih dikuasai pemerintah dan yang dikuasai militan, setelah bagian timur kota dikuasai oleh kelompok pemberontak bersenjata pada bulan Juli 2012. Meskipun terjadi penembakan setiap harinya di Aleppo barat yang menewaskan warga sipil, dan adanya pemblokiran brutal oleh beberapa kelompok Islam radikal terhadap orang-orang di timur, media mainstream memilih untuk fokus menulis berbagai “cerita” yang mereka katakan sebagai kekejaman pasukan Suriah dan Rusia di Aleppo timur setiap kali dilaporkan ada serangan udara. (Baca juga: Suriah; Aleppo Bukti Kemunafikan Barat dalam Memerangi Terorisme)

Hanya berdasarkan akun tak terverifikasi dari kelompok dan aktivis palsu yang anti-pemerintah, pelaporan MSM mengumbar kebohongan dengan gambaran suram dari rezim yang membunuh rakyatnya sendiri, mengada-adakan cerita dengan menunjukkan hancurnya lingkungan militan sebagai hancurnya kota terbesar Suriah itu, namun disaat yang sama, mereka tak pernah meliput bagian barat kota yang setiap saat mendapat serangan teror.

alaa-11th-aleppo

Anak Aleppo

Hanya sedikit koresponden penyiaran asing yang benar-benar mempertaruhkan hidup mereka di tanah Aleppo, yang memberitakan penembakan militan di daerah padat penduduk, penderitaan rakyat dan cerita dari kehidupan sehari-hari mereka agar mendapat perhatian dunia.

Diantara mereka adalah Lizzie Phelan dan Murad Gazdiev dari RT, mereka mengunjungi rumah sakit yang menerima warga sipil terluka dalam berbagai serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh militan dari Aleppo timur yang disebut “moderat” oleh media Barat. Mereka juga berbicara kepada warga Aleppo dan dokter dimana mereka berbagi cerita nyata tentang apa yang terjadi di tanah di kota yang dilanda perang ini. Somar Abudiyab salah satu di antara mereka bahkan terluka dalam penembakan terhadap sebuah rumah sakit keliling militer Rusia pada tanggal 5 Desember, yang menewaskan dua petugas medis dan melukai dengan parah seorang dokter anak Rusia. Serangan terhadap dokter ini sama sekali tidak diperdulikan media Barat.

Ditemukannya Bukti Pemberontak Gunakan Senjata Kimia di Aleppo

Media mainstream Barat mati-matian berusaha menghindar untuk memberitakan bahwa Rusia menemukan bukti senjata kimia yang digunakan oleh beberapa kelompok ekstrimis saat masih bercokol di Aleppo .

senjata_kimia
Bagaimana Hancurnya Yaman akibat serangan koalisi Saudi

Dengan perhatian dunia yang terpaku pada konflik Suriah, kampanye militer brutal yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya terhadap warga sipil Yaman dengan alasan mengincar para pejuang Houthi hingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, terlepas dari sorotan. (Baca juga: Potret Kesadisan Invasi Saudi di Yaman)

Hanya sedikit media yang melaporkan serangan udara mematikan Saudi terhadap sasaran sipil di negara itu, yang dilakukan dengan amunisi yang dijual ke Riyadh oleh AS dan Inggris. Pada bulan Maret, serangan di pasar Mastaba menewaskan 97 orang, sementara pemboman aula pemakaman di ibukota Sanaa menewaskan sedikitnya ratusan warga sipil dan lebih dari 500 terluka pada bulan Oktober.

cuqxo0qwyaamnmk
Media mainstream tak bersuara lantang ketika jelas bahwa Inggris mempersenjatai Arab Saudi dalam konflik Yaman, memberikan dukungan untuk perang yang oleh akademisi Yaman yang berada di Barat dikecam sebagai sesuatu yang “ilegal.”

Apa Sebenarnya isi Email John Podesta yang Dirilis WikiLeaks

Sebulan sebelum pemilihan presiden AS di bulan November, situs whistleblower wikiLeaks mulai menerbitkan email dari akun ketua tim kampanye Hillary Clinton, John Podesta.

Kabar ini memang segera mendapat pemberitaan dan respon besar, tapi dengan cepat media-media mainstream merubahnya dengan fokus pada klaim bahwa Rusia berada di balik dugaan hacking server email demi medukung rival Clinton dari partai Republik, Donald Trump, ke Gedung Putih.

cumwjcdw8aajxps
Sedikit media yang memilih untuk benar-benar menelusuri 55.000 email itu, yang sebenarnya mengungkapkan kebusukan kampanye Clinton, hubungan nyaman kandidat Demokrat dengan anggota pers politik Amerika dan transkrip pidato Wall Street yang tidak terkenal.

Email-email itu juga menjelaskan beberapa trik kotor, termasuk rencana Clinton menggunakan “kartu Rusia” untuk mengalahkan saingannya Donald Trump, dalam pemilihan presiden, serta untuk mengalihkan perhatian publik dari kesalahannya sendiri.

Apa Yang Menyebabkan Serangan Penjara Berskala Nasional di AS

Tak banyak media yang meliput apa yang digambarkan sebagai salah satu serangan penjara terbesar dalam sejarah AS.

Lebih dari 24.000 narapidana di setidaknya 40 penjara dari lebih dua puluh negara bagian, termasuk California, Florida, Alabama, Michigan dan Carolina Selatan, menolak untuk mengikuti perintah pada bulan September, tidak bekerja dan menyebabkan penjara mengalami pemogokan.

Menurut aktivis dari berbagai organisasi akar rumput yang bekerja di dalam dan di luar fasilitas penjara, pemogokan diadakan dengan tujuan utama untuk reformasi kondisi penjara dan membentuk serikat narapidana, karena beberapa lembaga pemasyarakatan di AS telah menyaksikan “insiden bunuh diri setiap 60 sampai 90 hari.

Mengapa Snowden Sebut UU Pengintaian Inggris ‘menakutkan’

Sementara MSM bersemangat menjelek-jelekkan Rusia karena meloloskan undang-undang anti-terorisme pada bulan Juni, yang terutama berhubungan dengan isu mengumpulkan data tentang aktivitas online masyarakat, Barat hampir diam total terhadap undang-undang mata-mata baru Inggris, yang dikecam dengan kritik sebagai invasi privasi orang-orang Inggris terbesar sepanjang sejarah dan disebut “menakutkan” oleh Edward Snowden.

Undang-undang, yang dijuluki “charter pengintai ini,” disahkan oleh parlemen Inggris pada bulan November. UU ini memberi kewenangan pemerintah untuk meretas perangkat, jaringan dan layanan dalam jumlah besar, dan memungkinkan untuk memiliki database informasi pribadi warga Inggris untuk dikelola.

#Flydubaigate: Mengapa pilot maskapai bisa jatuh tertidur di pertengahan penerbangan

Setelah penerbangan Flydubai yang membawa wisatawan Rusia dari UEA ke Rostov-on-Don jatuh pada bulan Maret saat berusaha mendarat dalam kondisi cuaca yang sulit, menewaskan 62 orang, whistleblower dari beberapa penerbangan milik negara Teluk berbicara tentang pelanggaran yang mereka derita dalam pekerjaan yang telah membuat mereka kelelahan.

Setelah whistleblower pertama Flydubai menghubungi kantor berita Russia Today, sekitar 60 orang yang mengaku bekerja atau pernah bekerja untuk maskapai penerbangan itu dan juga penerbangan Emirates menghubungi kantor berita tersebut dengan menyatak pilot dalam kondisi kelelahan dan ini disebabkan oleh intimidasi yang dilakukan maskapai.

Sangat sedikit media yang mengulas masalah yang seharusnya memicu keprihatinan atas keselamatan ribuan penumpang di seluruh dunia, dan lagi-lagi MSM tidak memberi perhatian apapun. (ARN)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan