Selamat Hari Pahlawan, Jasa dan Pengorbananmu akan terus dikenang. Berkarya dalam mengisi Kemerdekaan ini sebagai wujud syukur akan membuat para Pahlawan bangga !!

Mencerahkan

& Menggerakan

banner 728x90

Jelang Konfercab Kota Tasik, Ingat Tiga Peran NU Menurut PenSyarah Kitab Taqrib ini!

KH.Afifudin Muhajir, Pimpinan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo saat memberikan ceramah pada acara Mauidlhoh Hasanah dan pengijazahan Kitab Fathul Mujibil Qorib, Jum’at (31/8), di Ponpes al-Hikmah Mugarsari (Dok: Istimewa)

nahdloh.com~ Tasikmalaya, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama kedatangan tamu spesial dari tokoh NU Situbondo KH. Afifudin Muhajir, Jum’at siang (31/8). Beliau dijadwalkan mengisi Halaqoh Aswaja di Gedung PC NU Kota Tasikmalaya.

Sebelum mengisi halaqoh dalam rangka menyambut Konfercab ke 4 NU Kota Tasik, KH. Afifudin yang tak lain dari pengarang Kitab Fathul Mujibil Qorib itu, berkesempatan singgah ke Pondok Pesantren al-Hikmah Mugarsari Kec.Tamansari. Tak ayal, kedatangan Beliau sudah ditunggu-tunggu para pimpinan pesantren, santri, masyarakat serta jajaran pengurus Ansor-Banser dan serta Kiai Muda NU Tasikmalaya.

Dengan dikawal Banser, kedatangan KH. Afifudin yang didampingi oleh Dosen Ma’had Ali Situbondo KH. Muhiddin pun disambut langsung Pimpinan Pesantren sekaligus Ketua PC Ansor H. Ricky Assegaf, M.Pd., dan langsung memberikan Mauidloh Hasanah sekaligus pengijazahan Fathul Mujibil Qorib pada jemaah yang hadir.

KH. Afifudin menjelaskan, bahwa setidaknya ada tiga peran daripada Nahdlatul Ulama, dan yang pertama peran NU adalah menjadi benteng Aswaja.

Untuk peran yang kedua, Beliau menjelaskan dengan gamblang, bahwa NU berperan sebagai pengawal moral.

“Moral bangsa harus dikawal. terus moral itu apa?…yaitu, kejujuran harus dibudayakan, kebohongan harus dihilangkan dan kecurangan harus dibasmi,” ungkap Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo itu.

Jadi Ansor bagian dari NU tepat jika mengawal, lanjut Kiai Afif, sehingga, semisal yang berhak menang itu menang, yang memang seharusnya kalah itu kalah, itu kan perjuangan yang luar biasa. Namun ingat!, yang mengawal moral itu harus lebih bermoral.

“Karena orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberi sesuatu itu. Dalam kaidah faaqidussaii la yu’tihi, orang yang tidak soleh tidak akan bisa nembuat orang soleh, orang yang rak alim mana mungkin bisa membuat orang alim,” Tutur penulis buku Fiqih Ketatanegaraan itu.

Oleh karena itu, menurutnya, pengurus NU dan pengurus-pengurus yang lain termasuk Ansor harus bermoral, kalau memang peran dari NU ini mengawal moral.

Jemaah memadati ceramah KH.Afifudin Muhajir, Pimpinan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo pada acara Mauidlhoh Hasanah dan pengijazahan Kitab Fathul Mujibil Qorib, Jum’at (31/8), di Ponpes al-Hikmah Mugarsari (Dok: Istimewa)

Yang ketiga, menurut Beliau, peran NU itu sebagai penyangga NKRI, bahkan pendiri. Jadi NU itu sebagai penyangga dan pendiri dari NKRI.

“Kita mesti tahu peran santri, peran Nahdlatul Ulama, peran pesantren dalam mewujudkan negara ini. jika tidak ada Resolusi Jihad dari KH. Hasyim As’ary, kita tidak dapat membayangkan, kita ragu, jangan-jangan negara ini tidak ada. Kita harus menjaga negara ini, sekurang-kurangnya kita tidak merusak.” Tegas Beliau. (cp)

Tags: , ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: