Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 92
banner 728x90

Grand Opening PKD, Ketua DPRD : Kota Tasik Jangan Krisis Kepemimpinan

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Agus Wahyudin, SH., MH. saat memberikan sambutan pada Grand Opening PKD, Sabtu (20/1/2018) di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. (Foel Malik)

nahdloh.com~Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin, SH. MH, membuka Grand Opening Pelatihan Kader Aasar Ansor, Sabtu (20/1) siang, yang mengambil tempat di PCNU Kota Tasikmalaya.

Kehadirannya disambut baik oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama beserta banom-banomnya, termasuk seluruh peserta kaderisasi yang sangat antusias mengikuti pelatihan.

Penyematan tanda peserta pun dilakukan, tanda pelatihan telah dibuka. Tentunya, Kaderisasi tersebut terlihat berbeda, telebih seluruh banom NU dihadirkan.

Dalam sambutannya, Agus Wahyudin mengatakan kepemimpinan adalah modal penting dalam menyongsong keberlangsungan organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi politik. Jangan sampai “krisis kepemimpinan”.

“Dengan pelatihan kepemimpinan dasar ini diharapkan bisa melahirkan calon pemimpin baru di Kota Tasik yang akan datang, terlebih kita sering mendengar tentang krisis kepemimpinan. Hal ini tercipta karena kaderisasi kepemimpinan kita tidak berjalan dengan baik terutama di Kota Tasikmalaya”. Ujar Ketua DPRD dihadapan 104 peserta PKD sesi I.

Adanya Ansor, lanjutnya, untuk menseimbangkan antara generasi muda dan generasi yang berada di NU, dan Ansor lah yang akan meneruskannya.

Dia juga mengutip ayat al-quran yang berbunyi “Wajadahu Bastotan fil Ilmi wal Jismi” yang mana kesehatan fisik, juga harus diimbangi dengan pengetahuan/keilmuan.

Peserta PKD saat mulai mengikuti pelatihan setelah dibuka Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/1/2018) di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. (a. Arif)

“Karena temanya yang waras jangan ngalah, maka jangan mengaku sudah waras sedangkan sama sekali belum pernah ikut pengkaderan” kata Agus yang disambut tepuk tangan.

Ciri orang waras, menurutnya, bisa mawas ke dalam dan keluar. Pemerintahan Kota Tasik saat ini memerlukan kader-kader militan, artinya yang mengikuti alur pemikiran seperti halnya pemikiran gerakan Pemuda Ansor.

Ansor Kota Tasik tahun 2018 memiliki program  mencetak 1000 kader militan. Langkah tersebut dilakukan mengingat semakin gencarnya serangan dan fitnah terhadap Kiai Nahdlatul Ulama, serta mengantisipasi potensi yang akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara tersebut, selain dihadiri Ketua Ansor dan DPRD, Juga dihadiri Ketua PCNU KH. Didi Hudaya, Ketua PGM Asep Rizal Asy’ari, Ketua Les Bumi Aan Farhan, Anggota DPRD Komisi III Wahid, Dewan Instruktur Ansor Wilayah Atang, Anggota Dewan Penasehat Ansor Aang Budiana, Ketua Ma’arif Asep Robidin, Puket III STAINU Drs. Anis Nursobah, M. Si serta jajaran pengurus Ansor-Banser dan IPNU-IPPNU. (cp)

f)

Tags: ,
banner 468x60 banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: