banner 728x90

Gagas Rujuk Nasional, Ketum MUI: Kita Harus Bersatu, Jangan Ada Prasangka..!!

Gagas Rujuk Nasional, Ketum MUI: Kita Harus Bersatu, Jangan Ada Prasangka..!!
Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mencium tangan Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) disaksikan Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (kanan) saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari. Berdasarkan hasil muktamar tersebut bahwa Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi dan KH. Maruf Amin sebagai Rais Aam Syuriah PBNU setelah KH. Mustofa Bisri menolak penunjukan dirinya atas jabatan itu. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/15

Nahdloh.com~Jakarta, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengaggas pertemuan rujuk nasional. Pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi para petinggi negara, tokoh masyarakat dan para ulama untuk membahas kondisi bangsa.

“Kita perlu melakukan pertemuan, dialog nasional untuk bisa mencapai rujuk nasional. Jadi rujuk nasional akan menyatukan seluruh potensi bangsa ini, jangan sampai ada kecurigaan, ada prasangka, ada praduga yang tidak tepat dan membuat kesalahpahaman,” ujar Ma’ruf Amin saat dihubungi, Selasa (29/11/2016).

20160701_045030_harianterbit_kh-maruf-amin

Ketua MUI/ KH. Ma’ruf Amin

Rujuk nasional menurut Ma’ruf harus digelar secepatnya setelah aksi damai 2 Desember di Monas. Konsolidasi nasional penting untuk saling tukar pikiran juga mencari solusi bersama guna mempererat solidaritas nasional.

(Baca juga: Gagas Rujuk Nasional, Ketum MUI: Kita Harus Bersatu, Jangan Ada Prasangka )

Saat ini dalam pandangan Ma’ruf beredar banyak prasangka buruk. Terjadi jurang perbedaan kesepahaman yang berpotensi memecah persatuan nasional

“Karena itu kita perlu bertemu, melakukan dialog nasional untuk bisa mencapai rujuk nasional secara tuntas sehingga tidak ada apa-apa lagi (kecurigaan),” sambungnya.

Ma’ruf menuturkan, perlu komitmen bersama menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak boleh ada satu pihak pun yang berupaya mengganggu hal tersebut

“Untuk menghilangkan kecurigaan-kecurigaan, prasangka-prasangka sehingga melalui rujuk nasional itu kita menyatukan kembali tekad kita untuk membela NKRI dan untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Ma’ruf mengatakan rujuk nasional dapat diikuti pemimpin dan pejabat negara, tokoh masyarakat, para ulama, dan masyarakat. Panitia rujuk nasional bisa dibahas bersama antara pihak pemerintah dengan perwakilan masyarakat.

“Kalau bisa secepatnya, setelah tanggal 2 Desember kita melakukan persiapan kegiatan. Jaditahun depan itu kita suasananya sudah suasana sangat harmonis,” tutur Ma’ruf.

Gagasan rujuk nasional disampaikan Ma’ruf dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI di Kantor MUI, Senin (28/11).

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab setuju dengan usulan rujuk nasional. Habib Rizieq menyebut dialog nasional sangat penting dilakukan.

“Rujuk nasional yang melibatkan seluruh tokoh-tokoh dalam negeri bagaimana berdialog mencari solusi bagi problematika yang dihadapi, kami GNPF MUI, kami sambut usulan tersebut. Insya Allah ke depan kita lebih menggiatkan berdialog,” kata Habib Rizieq, Senin (28/11).
(fdn/fjp)

sumber: detik.com

Tags:
banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan