Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Dirgahayu Indonesia
banner 728x90

DEMOKRASI MENJINAKKAN FUNDAMENTALISME AGAMA

NAHDLOH.COM

Komposisi calon legislatif yang diajukan partai-partai politik ke KPU kemarin menarik dicermati. Ternyata ada banyak figur yang maju dari partai yang tidak diperkirakan sebelumnya. Semuanya pragmatis, tetapi itulah fungsi demokrasi: menumpulkan perbedaan yang terlalu tajam agar tercipa suatu konsensus bersama walau hanya sementara.

Yang menarik perhatian saya adalah figur-figur yang selama ini dipandang sebagai tokoh Islam garis keras. Tiba-tiba mereka mencalonkan diri dari partai nasionalis-sekuler atau partai nasionalis-religius yang lebih moderat. Lepas dari motivasinya apa, gejala ini merupakan indikasi bahwa gagasan fundamentalisme agama bisa dijinakkan, tetapi tidak bisa disingkirkan sama sekali, oleh demokrasi.

Saya kira gejala ini adalah sebuah berkah besar bagi Indonesa. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, di samping perbedaan2 tajam di antara mereka, pencapaian demokratis kita sangat luar biasa. Sebagai perbandingan, lihat saja negara2 Muslim lainnya yang terpuruk oleh pertikaian sektarian yang tak berkesudahan.

Beruntung kita memiliki ormas-ormas Islam besar, seperti NU dan Muhammadiyah, yang selalu berusaha berdiri di garis politik tengah. Tanpa mereka saya sulit membayangkan Indonesia yang sedemikian plural ini bisa eksis hingga sekarang. Lebih dari sekadar organisasi, ormas-ormas Islam besar itu telah menanamkan suatu kultur moderat di tengah masyarakat.

Oleh : Amin Muzakir

(Peneliti LIPI)

Tags:
banner 468x60 banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: