banner 728x90

Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
Syafii Ma'arif.

Nahdloh.com~ Buya Ahmad Syafii Maarif, pendiri Maarif Institute, menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara 400 tahun.

“Jika dalam proses pengadilan nanti terbukti terdapat unsur pidana dalam tindakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 27 September 2016 itu, saya usulkan agar dia dihukum selama 400 tahun atas tuduhan menghina Al-Quran, kitab suci umat Islam, sehingga pihak-pihak yang menuduh terpuaskan tanpa batas,” tulis Maarif dalam artikelnya di Koran Tempo edisi Jumat, 2 Desember 2016 (Baca: Buya Syafii Maarif: 400 Tahun untuk Ahok).

Menurut Maarif, biarlah generasi yang akan datang yang menilai berapa bobot kebenaran tuduhan itu. “Sebuah generasi yang diharapkan lebih stabil dan lebih arif dalam membaca politik Indonesia yang sarat dengan dendam kesumat ini,” tulisnya.

Baca:

Gus Mus Sebut Kasus Ahok ‘Digoreng’ dengan Catut Agama

IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL: UCAPAN AHOK BUKAN PENISTAAN

Maarif mengkritik sistem pengadilan Indonesia sekarang ini yang patuh pada tekanan massif pihak tertentu. Dia berharap Ahok siap mental menghadapi pengadilan semacam itu.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu juga menyinggung kicauan di media sosial dalam minggu-minggu terakhir yang panas ini mengenai konglomerat “Sembilan Naga” yang akan lebih leluasa menguasai ekonomi Indonesia melalui Ahok.

Baca Juga:

Beda Dengan Sikap MUI & FPI, Ini Pesan Sejuk Mbah Maimoen Rembang Soal Geger Ahok

Ini Penilaian Rais Syuriah PBNU Soal Kalimat “Ahok”

Dalam kesempatan sebelumnya, Maarif menyampaikan pendapatnya bahwa pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung soal surat Al-Maidah ayat 51 itu bukanlah melecehkan Al-Quran. “Ahok tidak mengatakan Al-Maidah itu bohong,” ujarnya.

Ahok, menurut Maarif, mengkritik orang yang menggunakan Al-Quran untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih petahana gubernur itu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Terkait fatwa Majelis Ulama Indonesia, Syafii menilai lembaga itu harus menjaga martabat melalui fatwa berdasarkan analisa yang jernih, cerdas, dan bertanggung jawab. (KURNIAWAN)

sumber: Tempo.co

Tags:
banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan