Kirab Satu Negeri, #KitaIniSama Bela Agama, Bangsa Negeri!!
banner 728x90

Apel Kebangsaan Tegaskan Jepara Bumi Aswaja Bukan “Khilafah”


Nahdloh.com~ JEPARA, PC GP Ansor Kabupaten Jepara menyelenggarakan Apel Kebangsaan dan Doa Bersama 5000 Ansor Banser Se-Jepara yang berlangsung di Lapangan Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Sabtu siang (1/9/2018).

Dalam apel yang diikuti ribuan Ansor – Banser se-Kabupaten Jepara ini juga diikuti Pengurus PCNU, MWCNU, Banom NU, Koramil serta Polsek setempat. Ketua PC GP Ansor Jepara, H. Syamsul Anwar bertindak inspektur apel.

Dalam amanatnya dia menyatakan Jepara kondusif adalah harga mati pengabdian Ansor Jepara kepada masyarakat luas.Ansor, katanya, tidak diam jika potensi merusak kerukunan terjadi di Jepara.

“Saya tegaskan, Ansor tidak pernah membubarkan pengajian, seminar atau bentuk pertemuan majelis belajar lainnya. Justru Ansor selalu menginisiasi digelarnya pengajian dengan perangkatnya, Rijalul Ansor,” tandas Syamsul.

Mereka yang menuduh Banser membubarkan pengajian adalah kelompok yang tidak berpikir persatuan. Mereka tidak berpikir bagaimana mengamankan masyarakat dari potensi kerusakan sosial dan politik yang memecah belah NKRI.

Dilanjutkan dalam amanatnya, Ansor-Banser justru menyelamatkan pengajian agar berjalan lancar dan tertib.

“Berpikirlah dewasa “Gereja saja dijaga, apalagi pengajian”. Tapi Ansor-Banser siap siaga jika ada potensi simbol gerakan radikalisme agama masuk wilayah damai seperti di Jepara,” tambahnya.

Pihaknya menegaskan kepada semua kader dan masyarakat luas, bumi Kartini Jepara adalah bumi aswaja. Bumi tempat disemayamkannya 500 lebih makam auliya’ yang harus dijaga dan dilestarikan.

Ketua PC GP Ansor Jepara Syamsul Anwar memeriksa barisan peserta apel kebangsaan di Lapangan Ngabul, Sabtu 1 September 2018 (dok: Istimewa)

“Karenanya, kami tidak rela jika ada simbol-simbol atau lambang bendera ormas terlarang masuk ke Bumi Kartini, mengotori Bumi Kartini dengan ideologi yang sudah dilarang pemerintah, khilafah. Bumi Kartini bukan bumi khilafah. Bumi Kartini adalah bumi aswaja Nusantara,” tandasnya.

Dengan dalih apapun, dengan menunggangi pembicara siapapun, idelogi khilafah tidak pernah bisa direlakan tumbuh subur oleh Ansor-Banser Jepara.

“Kami tidak pernah menolak pendakwah dan pembicara dari manapun, dengan syarat mereka tidak membawa bendera khilafah serta tidak memprovokasi masyarakat Jepara dengan amaliyah-amaliyah furu’iyyah yang harusnya tetap dihormati.”tandasnya

Apel ini juga bukan unjuk rasa dan bukan ancaman bagi siapapun. Tetapi bagian dari komitmen Ansor-Banser Jepara yang tetap berkontribusi membantu pihak keamanan, baik polisi maupun TNI, untuk menjaga Jepara tetap kondusif, aman, amin, sejahtera.

“Kami tidak ingin Jepara diusik hanya karena ada satu dua orang yang tidak peduli atas keresahan kami sebagai warga negara yang baik. Pengalaman tragedi Dongos 20 tahun lalu cukup menjadi peringatan agar warga Jepara terus menjaga kerukunan dan kedamaian,” pungkasnya.
Apel kebangsaan diikuti 5000 banser dan ansor Jepara

Adapun sederet kegiatan yang berlangsung siang hingga sore tersebut di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya; mars ya lal wathan, yel-yel, doa bersama dan istighatsah dipimpin Masrukin serta orasi kebangsaan oleh Abdul Wahab koordinator Forum Aswaja Nusantara (FAN).

Di samping itu, ada yang menarik pula di event ini, yakni Bagana dengan dibantu CBP – KKP Jepara melakukan bersih-bersih sampah setelah kegiatan rampung. (ip/adb)

sumber: Suaranahdliyin.com

Apel kebangsaan diikuti 5000 banser dan ansor Jepara (dok: Istimewa)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: