Satu dalam Persaudaraan, Satu Indonesia Sambut Kejayaan!!
banner 728x90

Ansor Kota Tasikmalaya Kutuk Aksi Biadab di Mesjid An-Nuur Selandia Baru

istimewa: Ricky bersama dengan para pengurus Ansor Kota Tasikmalaya

nahdloh.com~Tasikmalaya, Brenton Tarrant, pelaku penembakan boadab di masjid Annur di kota Christcurch, Selandia Baru, viral dengan menyiarkan aksinya bak sebuah game secara langsung melalui laman Facebook. Diwartakan, sekitar pukul 13.40 (waktu setempat) penembakan berlangsung di Masjid Al-Noor di Christchurch.

Menyikapi peristiwa tersebut, GP. Ansor Kota Tasikmalaya sangat mengutuk keras tragedi tersebut. ” Serangan terhadap jemaah salat Jumat di sebuah mesjid Annur di kota Christcurch, Selandia Baru, merupakan serangan paling brutal di awal tahun ini,” ungkap Ketua Ansor Ricky.

“Kita mengutuk sangat keras peristiwa itu,” Tegasnya.

Dikabarkan setidaknya 40 orang meninggal akibat kejahatan tersebut, termasuk 3 orang WNI. Atas hal itu, Ricky berharap, umat islam agar bijak dalam menghadapi peristiwa tersebut, “Kita jangan terpancing, karena belum tahu motif sebenarnya apa. Insya Allah semuanya syahid”.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, ada enam warga negara Indonesia (WNI) di dalam salah satu masjid yang ditembaki di Selandia Baru. Dari enam WNI itu, tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan tiga lainnya belum diketahui keberadaannya.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan duta besar kita di Wellington. Dari komunikasi tersebut kita peroleh informasi bahwa pukul 13.40 (waktu setempat) telah terjadi penembakan di Masjid Al-Noor di Christchurch, saat sedang salat Jumat,” kata Retno.

“Sampai saat ini kita belum mendapatkan infromasi mengenai identitas pelaku maupun motifnya. Ada enam WNI yang berada di masjid tersebut, tiga diantaranya sudah berhasil dikonfirmasi menyelematkan diri, kita sedang mencari informasi tiga WNI lainnya,” lanjut Retno. (cp)

Tags:
banner 200x200

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Suara Nahdliyyin
About