Selamat Hari Pahlawan, Jasa dan Pengorbananmu akan terus dikenang. Berkarya dalam mengisi Kemerdekaan ini sebagai wujud syukur akan membuat para Pahlawan bangga !!

Mencerahkan

& Menggerakan

banner 728x90

Ajengan Mufti: Penggunaan TOA Harus Dikontrol !!

Ilustrasi

Nahdloh.com

Agama islam adalah agama yang moderat, adil, berkasih sayang dan menjungjung tinggi adab dan kemulaian akhlak. Al-Qur’an sendiri berulang kali menegaskan sisi toleran dan moderasi agama islam. Lihatlah firman Alloh swt dalam QS al-Kahfi ayat 29, QS Yunus ayat 99, QS al-Ghasiyah ayat 22, dan QS al-Baqarah ayat 256.

Maka, syiar islam pun harus dibangun diatas itu semua. Dan islam tidak memperkenankan seorang muslim menjadi sabab terjadinya ‘gejolak’ ditengah masyarakat, atas nama apa pun juga. termasuk atas nama syiar dakwah, jika dapat mengusik dan mengganggu aktivtas pihak lainnya. Termasuk, penggunaan toa dan pengeras suara yang sering kali mengganggu. (sekali lagi TOA, bukan Adzan) Perhatikanlah firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 58 berikut ini :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (58)

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

Imam al-wahidi dalam kitab asbab an-Nuzul mengatakan bahwa ayat ini turun dilatar belakangi oleh peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh Sayidina Umar terhadap seorang wanita akibat pakaian yang dipakainya tidak disukai umar, kemudian si wanita mengadukan pemukulan tersebut kepada keluarganya, dan merekapun balik menyakiti sayidina Umar.

Nah, bukankah penggunaan toa yang tidak pada tempatnya itu sering kali menyakiti mengganggu ketenangan orang yang sedang beistirahat, orang sakit, bayi yang terlelap tidur, ibu yang semalaman bergadang, dan lain-lainnya? Tentunya, Jika mereka melawan, dan memprotesnya, maka cerita yang menimpa umar akan terulang kembali. Bahkan nabi mengatakan dalam riwayat imam Bukhari dan Muslim dari sahabat jabi ra :

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه

“Muslim sejati itu adalah yang muslim lainnya merasa aman dari lidah dan tangannya.”
___________________________

Selanjutnya mari kita lihat sikap bijaksana Nabi saw berikut ini, yang menegakan syiar dakwah tanpa mengenyampingkan Perasaan, dan selalu berdasarkan landasan kemaslahatan Universal.

Pertama, Nabi saw bermaksud memanjangkan bacaan Shalatnya, tiba-tiba beliau mendengar tangisan bayi, maka Nabi saw mempersingkat bacaannya, dengan alasan khawatir membuat berat hati si ibu bayi.

Lihat dan perhatikanlah sikap nabi saw yang sangat mengedepankan perasaan dan kemaslahatan Umum!!!

إِنِّي لأَقُومُ فِي الصَّلاَةِ أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ

(tertera dalam kitab Shahih al-Bukhari nomer hadis ke 868, sunan abi daud nomer hadis ke 789, sunan ibn majah hadis ke 991, dan lain-lain.)

Kedua, sahabat jabir ibn abdillah menceritakan bahwa Mu’adz ibn jabal suatu ketika shalat berjemaah beserta nabi saw, kemudian ia pulang ke kampungnya, dan kembali melaksanakan shalat yang sama secara berjamaah beserta penduduk kampungnya. Hanya saja muadz membaca surah al-Baqarah dalam shalatnya tersebut, yang membuat salah satu dari kaumnya itu memisahkan diri dalam shalat bersamanya, dan melakukan shalat sendiri dengan bacaan yang lebih ringan. Muadz mengetahuinya, dan kemudian menuduh orang itu munafik. Orang tersebut kemudian datang menemui nabi saw, dan mengadukan tudingan mu’adz. Juga menceritaka alasannya memisahkan diri dari berjamaah dengan muadz, karena ia terlalu letih dan capek setelah seharian bekerja dan ingin segera berisitirahat. Nabi pun marah dan memanggil muadz, seraya berkata “ Wahai Mu’adz !! Apakah kamu ingin membuat kegaduhan ditengah masyarakat!” ucapan itu diulang 3 kali oleh nabi saw.

Perhatikan kembali sikap Nabi saw tersebut, !! Lebih mengedepankan kemaslahatan umum ketimbang kepentingan pribadi bukan?

حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، كَانَ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَأْتِي قَوْمَهُ فَيُصَلِّي بِهِمُ الصَّلاَةَ فَقَرَأَ بِهِمُ الْبَقَرَةَ قَالَ : فَتَجَوَّزَ رَجُلٌ فَصَلَّى صَلاَةً خَفِيفَةً فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاذًا فَقَالَ إِنَّهُ مُنَافِقٌ فَبَلَغَ ذَلِكَ الرَّجُلَ فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّا قَوْمٌ نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا وَنَسْقِي بِنَوَاضِحِنَا وَإِنَّ مُعَاذًا صَلَّى بِنَا الْبَارِحَةَ فَقَرَأَ الْبَقَرَةَ فَتَجَوَّزْتُ فَزَعَمَ أَنِّي مُنَافِقٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ – ثَلاَثًا – اقْرَأْ {وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا} ، وَ{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَنَحْوَهَا

(tertera dalam kitab shahib al-Bukhari hadis ke 616, dll)

Ketiga, Nabi saw dalam suatu kesempatan berpidato dan menasehati para sahabat untuk meringankan bacaan shalat mereka, dengan alasan orang yang ikut berjamaah beserta mereka itu beragam, ada yang sakit, anak kecil, dan orang yang punya kesibukan lainnya.

عَنِ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ لاَ أَكَادُ أُدْرِكُ الصَّلاَةَ مِمَّا يُطَوِّلُ بِنَا فُلاَنٌ فَمَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فِي مَوْعِظَةٍ أَشَدَّ غَضَبًا مِنْ يَوْمِئِذٍ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ مُنَفِّرُونَ فَمَنْ صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمُ الْمَرِيضَ وَالضَّعِيفَ وَذَا الْحَاجَةِ

(tertera dalam kitab shahih al-Bukhari hadis ke 90, kitab sunan an-Nasai hadis ke 984, dll)

Hadis-hadis tadi dan yang serupa dengannya menjelaskan larangan mengganggu dan menyakiti orang lain secara umum, dan tetap menjaga perasaan mereka dalam usaha menegakan dakwah islam.

Apalagi jika yang merasa terganggu itu adalah tetangga sendiri, maka dosanya pun tentu lebih besar lagi. Lihatlah firman Alloh swt dalam al-Qur’an surah an-Nisa ayat ke 36, yang membicarakan anjuran berbuat baik terhdapa tetangga. Bahkan Nabi saw menegaskan bahwa orang yang tetangganya merasa terganggu dengan tingkah polahnya, belum sempurna keimanannya. Ngeri bukan ????

Maka menolak terjadinya gesekan konflik dan pro kontra itu lebih di dahulukan, daripada mengambil kemanfaatan dan pahala. Dar-ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih. jadi, mengontrol peenggunaan toa untuk Menjaga kondusifitas masyarakat harus di lakukan. wallahu’alam bishawab..

______________________
Disarikan dari berbagai referensi.
Muhammad Mufti
(Rijalul Ansot Kota Tasikmalaya)

Tags: ,
banner 200x200 banner 468x60

Subscribe

Terimakasih anda sudah membaca Artikel ini

Suara Nahdliyyin
About
%d blogger menyukai ini: